Nono -
Pusat Litbang Jalan dan Jembatan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGKONDISIAN BENDA UJI TERHADAP SIFAT VOLUMETRIK CAMPURAN BERASPAL PANAS LAPIS AUS Dani Hamdani; Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBenda uji campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium memiliki sifat campuran yang berbeda dengan yang diproduksi di Unit Pencampur Aspal (UPA). Sesuai AASHTO R30-02 (2010) salah satu perbadaannya adalah lamanya waktu pengkondisian yang berakibat pada penuaan aspal atau proses oksidasi dari campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium dan yang di produksi di AMP. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian benda uji terhadap sifat volumetrik campuran beraspal panas lapis aus. campuran beraspal panas lapis aus dibuat dua tipe, yaitu yang dikondisikan dalam oven pemanas selama 2 jam+ 5 menit pada temperatur yang setara temperatur pemadatan + 3oC dan yang tidak dikondisikan/standar. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium dapat diambil kesimpulan, yaitu campuran beraspal panas yang dikondisikan akan mengalami perubahan volumetrik dan penurunan nilai penetrasi aspal hasil reco verry dari pelarutnya setelah ekstraksi dari campuran beraspal panas di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memiliki kekuatan sangat baik, yaitu ditunjukan dengan nilai stabilitas yang lebih besar dari campuran beraspal panas yang tidak dikondisikan, untuk mengatasi penuaan dan penyerapan aspal yang lebih tinggi, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memerlukan kadar aspal optimum dan tebal film aspal yang lebih tinggi di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan. Kata kunci : Sifat volumetrik, campuran beraspal panas, benda uji, Laston Lapis Aus, penuaan
PEMANFAATAN MATERIAL DAUR ULANG (RAP) PERKERASAN BERASPAL UNTUK CAMPURAN BERASPAL DINGIN BERGRADASI MENERUS DENGAN ASPAL CAIR Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSRTAK Material daur ulang perkerasan beraspal (RAP) merupakan produk limbah yang diperoleh dari aktivitas pemeliharaan perkerasan lentur. Pada umumnya material daur ulang ini memiliki gradasi agregat menerus  serta sifat aspal yang sudah mengalami penuaan, sehingga bila digunakan untuk campuran beraspal panas proporsi penggunaan terbatas, karena temperature pencampuran akan mengalami penurunan yang dapat mengakibatkan campuran beraspal tidak dapat dipadatkan secara optimum. Namun bila digunakan dalam campuran dingin temperature pencampuran tidak akan menjadi kendala. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat pengaruh pemakaian material daur ulang perkerasan beraspal (RAP)n dalam campuran beraspal dingin dengan aspal cair mengikat sedang (MC-250) sebagai bahan pengikat. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengujian dalam skala laboratorium Hasil studi ini menunjukkan bahwa pada umumnya campuran beraspal dingin dengan aspal asapal cair MC-250 yang tanpa dan dengan menggunakan RAP memiliki sifat campuran memenuhi persyaratan, kecuali untuk campuran dengan menggunakan 100%  RAP, baik untuk yang RAP Bogor maupun RAP Jateng memiliki nilai pelelehan >4 mm. membandingkan antara nilai stabilitas campuran dingin dengan 100% RAP dengan yang tanpa dan 40% RAP maka nilai stabilitas campuran dingin yang menggunakan 100%  RAP lebih tinggi, sedangkan untuk penggunaan 40% RAP memiliki nilai stabilitas lebih rendah dibandingkan dengan nilai stabilitas campuran dingin tanpa RAP. Berdasarkan sifat campuran dingin tersebut maka RAP dapat dimanfaatkan untuk perkerasan jalan yang bervolume lalu lintas rendah sampai dengan sedang. Namun demikian proporsi penggunaan RAP dapat diatur sehingga memiliki sifat yang sesuai dengan persyaratan.Kata kunci : Daur ulang perkerasan beraspal (RAP), campuran beraspal dingin, aspal cair, gradasi menerus, perkerasan lentur
POTENSI PEMANFAATAN BAHAN LIMBAH FLY ASHDAN BOTTOM ASH UNTUK LAPISAN PONDASI SEMEN JALAN Gugun Gunawan; Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The existence of road infrastructure has on important role in supporting activities, such as economic, social, educational and tourism. The construction of road infrastructure in Indonesia from the last 4 years has increased.In its implementation, problems were found, including the availability of standard materials and asphalts import were decreased, while the needs for whole regions in Indonesia continued to increase.The availability of remains material or waste material is an alternative problem, which has not been able to be used as a solution to overcome the limitations of road materials due to the absence of standardized reference.For this reason, this paper expected to solve the problem of the potential utilization of fly ash and bottom ash for foundation layers. Implementation of activities carried out at the laboratory scale, Fly Ash and bottom ash sources from the Pangkal Pinang, Ombilin (units 1 and unit 2) and Sibolga PLTU, were stabilized by cemen is obtained.The FABA test results from Sibolga include Type F so that when stabilized cement contributes to the strength or the value of free compressive strength UCS 33 Kg / Cm2. As for FABA from Pangkal Pinang 19 Kg / cm2 and Ombilin, both Unit 1 and Unit 2 Ombilin including type C, the compressive strength test results were around 8 Kg / cm2 in each stabilized with 8% cement. Keywords: Utilization, fly ash, bottom ash, cement foundation layer