Ahmad Syarifin
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Tahfidzul Qur’an dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di Madrasah Aliyah Darussalam Kota Bengkulu Muhammad Zikri; Nurlaili; Ahmad Syarifin
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 3 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v3i3.586

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Penerapan Tahfidzul Qur’an di MA Darussalam kota Bengkulu di lakukan dengan metode talaqqi dengan cara menyetorkan hafalan surah-surah Al-Qur’an diluar jam pelajaran, pada proses setoran guru mata pelajaran akan menyesuaian tempat sesuai dengan yang siswa inginkan seperti di perpustakaan, di ruang guru, di halaman depan, dan di kelas tanpa mengganggu mata pelajaran yang lain. Dari segi keefektifan pengembangan kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an di MA Darussalam ini terbilang belum efektif dikarenakan belum memenuhi standar dan prinsip pengembangan kurikulum muatan lokal. Faktor pendukung dalam penerapan kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan mutu lulusan di Madrasah Aliyah Darussalam antara lain, adanya landasan Yuridis Formal, dukungan pihak yayasan, sarana dan prasarana, Guru pengampu muatan lokal tahfidzul qur’an memiliki kompetensi dan keahlian yang mumpuni, dan Mayoritas peserta didik merupakan menetap di pondok dan lulusan MTs. Sedangkan Faktor penghambatnya berdasarkan hasil observasi bahwa kurangnya minat siswa dalam mengahaflkan Al- qur’an, kasus covid-19, banyaknya jumlah beban mata pelajaran dan belum adanya alokasi waktu serta belum adanya penyusunan perangkat pembelajaran. Dengan demikian pihak sekolah, siswa dan masyarakat harus mampu semaksimal mungkin menumbuhkan semangat siswa dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Pemanfaatan media, sumber belajar, strategi, metode dan teknik pembelajaran serta penguasaan guru bisa menjadi semangat untuk siswa ketika dalam proses pembelajaran berlangsung
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Kisah Teladan Nabi Muhammad Dengan Menggunakan Video Animasi Pada Siswa Kelas V Sd Negeri 15 Kepahiang Fauziah Silaturrahmi; Ali Akbarjono; Ahmad Syarifin
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v5i3.557

Abstract

This study aims to determine the implementation of Islamic Religious Education learning material The Story of the Prophet Muhammad by using animated videos in fifth grade students of SD Negeri 15 Kepahiang, as well as knowing the supporting and inhibiting factors. This research belongs to the type of qualitative research. The data collection technique used is direct observation by observing the learning process of Islamic Religious Education material on the Example of the Prophet Muhammad by using animated videos. Then direct interviews with the Principal and PAI teachers concerned, then documentation. The results of the study indicate that the implementation of Islamic Religious Education learning material The Story of the Prophet Muhammad by using animated videos has a positive impact on students. In practice, the teacher shows animated videos through several stages, namely preparation, implementation, and follow-up. The animated videos used in learning are adjusted to the learning objectives, and the teacher communicates the activities carried out with the students, and there is a folow-up in the form of giving assignments from the teacher as material reinforcement. Supporting and inhibiting factors that influence, namely from the aspect of students, namely the understanding of students who are different, then from the aspect of teachers, namely, the ability of teachers to operate computers, and aspects of facilities infrastructure.