Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Lebar Retak pada Balok Beton Prategang Parsial yang Mengalai Lentur Murni Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan perkembanga n /ebar retak pada balok beton prategang parsial dengan persentase prategang yang minimum. Sekalipun untuk beton prategang parsial, timbulnya retak merupakan ha/ yang wajar, namun demikian /ebar retak tetap harus dibatasi, lebih-lebih bagi balok prategang parsial yang kandungan tulangan beton biasanya agak besar. Untuk mendapatkan informasi yang lebihjelas tentang ini telah dilakukan percobaan terhadap balok prategang parsial dengan persentase prategang 60 %. Balok ini mempunyai penampang segi empat, yang diprategang dengan cara pretension dan dibebani dengan /entur murni. Percobaan ini di/akukan di Laboratorium Struktur, Oepartement de Genie Civil, /NSA Toulouse, Perancis.
PERKEMBANGAN LEBAR RETAK APABILA TERJADI PADA BALOK BETON Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 4 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton prategang penuh memungkinkan struktur beton /ebih ekonomis, terutama untuk struktur­ struktur yang mempunyai bentang yang panjang. Dalam ha/ ini kita tidak pernah memikirkan akan terjadinya retak. Bagaimana apabila suatu waktu pada beton prategang penuh ini terjadi retak, misalnya karena adanya beban yang melebihi beban kerja atau evaluasi kehilangan tegangannya kurang tepat ? Untuk mendapatkan gambaran (informasi) mengenai masalah diatas, telah di/akukan percobaan­ percobaan terhadap balok-balok segi empat yang diprategang dengan persentase 80 % (prategang parsial) dan persentase 100 % (prategang penuh). Percobaan-percobaan ini dilakukan di Laboratorium Struktur, Departement de Genie Civil, INSA - Toulouse, Perancis.