Dining Aidil Candri
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Status Konservasi Burung yang Diperdagangkan di Pulau Lombok Siti Humaero; Dining Aidil Candri; I Wayan Suana
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.52103

Abstract

Beberapa spesies burung keberadaannya di alam mulai terancam akibat perburuan untuk diperdagangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies, asal-usul, dan status konservasi burung yang diperjualbelikan di pasar hewan di Pulau Lombok. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam terhadap pedagang burung. Status konservasi burung mengacu pada International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List of Threatened Species, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora digunakan untuk mengetahui status perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan dari 87 spesies burung yang diperdagangkan, sebanyak 51 spesies merupakan hasil tangkapan alam, dan 36 spesies hasil penangkaran. Berdasarkan status konservasi IUCN terdapat 81 spesies berstatus Resiko Rendah, dua spesies Hampir Terancam, satu spesies Rentan, dua spesies Genting, dan satu spesies Kritis. Enam spesies termasuk kategori dilindungi berdasarkan Permen LHK. Burung yang tercatat dalam Appendix I CITES sebanyak 1 spesies, dan 4 spesies tergolong Appendix II. Masih adanya perdagangan burung yang berstatus terancam secara global dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia, apalagi burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan alam, maka diperlukan monitoring dan pembinaan terhadap para pelaku perdagangan burung untuk menghindari kepunahan spesies burung di alam.
DIVERSITY AND ACTIVITY OF GASTROPODS IN MANGROVE TREES  IN BAGEK KEMBAR MANGROVE ECOTOURISM AREA, WEST LOMBOK Mursal Ghazali; Prabowo; Dining Aidil Candri; Tri Wahyu Setyaningrum; Aida Muspiah; Nurhayati
Bioindikator: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Tajuk Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71024/bioindikator.2025.v2i1.361

Abstract

The Bagek Kembar Mangrove Ecotourism Area is a rehabilitated mangrove forest area carried out by the government and the community of Cendi Manik Village, Sekotong District. Mangrove forests play a crucial role in human life and the biota associated with them. One of the biota associated with mangrove forests is gastropods. Gastropods are biota that belong to the phylum Mollusca. These biotas can grow and develop well in mangrove forests because mangrove forests provide sufficient food to support the life of these gastropods. This research aims to discover the types and activity of gastropods associated with mangrove forests in the Mangrove Ecotourism Area, Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok. At the research location, 7 types of gastropod species were associated with mangrove forests. These types of gastropods were P. scutata, T. sulcata, F. javanica, F. ater, T. granifera, S. minata and L. angulifera. All species found are only associated with the Rhizophora and Avicenia Genus. Meanwhile, the gastropod activity found in the Bagek Kembar mangrove forest area serves as a feeding area and shelter.