Suantoro Wicaksono
Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS MATERIAL RINGAN MORTAR-BUSA SEBAGAI TIMBUNAN OPRIT PADA KONSTRUKSI STRUKTUR TURAP Suantoro Wicaksono; Maulana Iqbal
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan di bidang geoteknik adalah stabilitas lereng. Pada lereng timbunan, khususnya pada oprit jembatan, pengaruh tekanan lateral terhadap abutment harus diperhatikan. Timbunan pada oprit biasanya menggunakan material pilihan yaitu timbunan tanah dengan berat jenis antara 1,6 – 1,8 t/m3, yang mana semakin tinggi timbunan maka semakin besar tekanan lateral yang terjadi. Penggunaan timbunan ringan mortar busa dapat mereduksi pengaruh tekanan lateral, bahkan secara teoritis dapat mereduksi tekanan menjadi hanya sebesar 0,1 kPa. Studi kasus dilakukan pada oprit Jembatan Randu Merak, Probolinggo. Pada lokasi tersebut dipasang instrumen pressure cell untuk memantau tekanan lateral yang terjadi. Pressure cell terpasang pada dasar timbunan dan pada sheet pile. Metode yang digunakan adalah membandingkan besarnya tekanan lateral yang terjadi pada timbunan oprit jembatan dengan menggunakan tanah sebagai timbunan dan material ringan mortar-busa sebagai pengganti timbunan tanah. Tekanan lateral pada timbunan tanah dihitung secara teoritis, sedangkan tekanan lateral pada timbunan ringan didapatkan dari hasil bacaan pressure cell. Berdasarkan hasil perhitungan tekanan lateral maksimum yang ditimbulkan akibat timbunan tanah adalah sebesar 29,58 kPa, sedangkan dari hasil bacaan pressure cell besarnya tekanan lateral yang ditimbulkan akibat timbunan ringan sebesar 1,37 kPa. Sehingga didapatkan bahwa penggunaan timbunan ringan mortar-busa dapat mereduksi nilai tekanan lateral hingga sebesar 97,35 % . Kata Kunci: tekanan lateral, material ringan, mortar-busa, oprit, lereng
PENGARUH UMUR BETON PADA PENGUJIAN INTEGRITAS FONDASI TIANG BOR suantoro wicaksono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 39 No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrity testing on deep foundations,better known as its trademark PIT, is one of the tests that aims to determine the integrity of the foundation. Integrity can be in the form of the length of the pile and the enlargement and/or downsizing of the pile foundation. There is no standard that regulates the minimum age of concrete when the integrity test is carried out, but it is often carried out after the age of 28 days of concrete with a wave propagation value of Ws=3,800 m/s and there is no correction value if the test is carried out at a concrete age fewer than 28 days. The research was conducted to test the integrity using PIT on the bored pile in the Bromo area, where the age of the concrete when tested was 1 and 11 days. Based on the results of the study, it was found that there was a difference in the displacement of the concrete enlargement of 11.5% on the tested bored pile. However, with reference to that the PIT integrity test is a quality test, not quantity test, so that the effect of concrete age on integrity testing, especially using PIT, can be ignored. Key words: integrity test, deep foundation, bored pile, concrate age, deep foundation, wave speed.