Evi Evi
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA FK UNTAR Taufik Rizky Marhaen; Evi Evi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.18872

Abstract

Di era sekarang ini, media sosial berkembang sangat pesat. Di Indonesia sebanyak 170 juta jiwa dan usia 14 - 17 tahun menjadi populasi terbanyak pengguna media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik survei dengan desain cross-sectional dan data diambil dengan teknik quota sampling dilakukan pada 117 mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS) digunakan untuk menilai intensitas penggunaan media sosial dan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) dengan pernyataan cemas saja yang digunakan untuk menilai tingkat kecemasan. Hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan dianalisis dengan uji chi-square.  Pada penelitian ini didapatkan mahasiswa paling banyak menggunakan media sosial dengan intensitas tinggi yaitu sebanyak 100 orang (85,5%), dan intensitas rendah sebanyak 17 orang (14,5%). Selanjutnya tingkat kecemasan tinggi sebanyak 62 orang (53%), dan tingkat kecemasan rendah 55 orang (47%). Hasil analisis chi-square  menunjukkan tidak terdapat  hubungan yang bermakna antara penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan dikarenakan nilai p>0,05 (0,114). Meskipun Penelitian ini secara statistik tidak menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan sosial media dengan kecemasan akan tetapi secara klinis dapat dilihat bahwa penggunaan media sosial intensitas tinggi memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi.