Kecemasan sebelum operasi sering dikaitkan dengan prosedur pembedahan dan anestesi, Respon fisiologis terhadap kecemasan adalah yang pertama muncul dalam sistem saraf otonom dan mencakup peningkatan denyut nadi dan frekuensi pernapasan, perubahan tekanan darah dan suhu tubuh, relaksasi kandung kemih dan otot polos usus, serta kulit yang dingin dan lembab. Dalam penelitian ini terdapat tingginya tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien sebelum operasi terutama terkait dengan prosedur pembedahan dan anestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi penelitian korelasional dengan pendekatan metode cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 109 responden dengan 3 kritria inklusi. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada responden yang mengalami kecemasan menggunakan alat ukur APAIS. Analisis data menggunakan uji person product moment. Uji univariat didapatkan hasil kecemasan nilai mean 18,84 dan standar deviasi 3,312. MAP didapatkan nilai mean 92,3 dan standar deviasi 14,4. Nadi didapatkan nilai mean 90,1 dan standar deviasi 13,3. Respirasi didapatkan nilai mean 22,8 dan standar deviasi 3,8. Hasil uji korelasi person product moment didapatkan nilai korelasi signifikan pada kecemasan dengan MAP adalah 0,008 (<0,05) yang berarti memiliki hubungan signifikan. Nilai korelasi signifikan antara Kecemasan dengan nadi adalah 0,001 (<0,05) yang berarti memiliki hubungan signifikan. Serta hubungan pada variabel kecemasan dengan respirasi didapatkan nilai korelasi signifikan yaitu 0,002 (<0,05) yang berarti memiliki hubungan signifikan.