Stunting adalah hambatan pertumbuhan balita akibat malnutrisi kronis, bukan karena kelainan hormonal atau masalah kesehatan tertentu dengan nilai z-score TB/U kurang dari -2 SD (Standar Deviasi). Asupan nutrisi dan pengetahuan responsive feeding ibu merupakan salah satu faktor penentu malnutrisi pada anak penyebab stunting. Indonesia adalah salah satu negara ketiga yang memiliki prevalensi paling tinggi di South-East Asia Regional (SEAR)/Asia Tenggara. Prevalensi stunting di Kecamatan Cluwak tahun 2021 sekitar 5,76% meningkat cukup signifikan dari tahun 2020 sebesar 1,44%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan responsive feeding ibu, asupan energi dan asupan protein total dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan. Metode Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional melalui pendekatan case control. Sampel penelitian ini sesuai dengan kriterian inklusi dan ekslusi sebanyak 46 sampel balita terdiri dari 23 sampel balita stunting dan 23 sampel balita tidak stunting di wilayah kerja Puskesmas Cluwak dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Food recall 3x24 jam dan kuesioner pengetahuan responsive feeding ibu yang dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil dari analisis data penelitian ini diperoleh adanya hubungan bermakna antara pengetahuan responsive feeding ibu (p value=0,009), asupan protein total (p value=0,007), dan asupan energi (p value=0,008) dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan, Kesimpulan pada penelitian ini Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan responsive feeding ibu, asupan protein total dan asupan energi dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cluwak.