Aulia Rahmadani
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMAHAMAN DASAR PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG PINGSAN : SISTEMATIK LITERATUR REVIEW Aulia Rahmadani; Usiono Usiono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19612

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan literature review yaitu untuk mengetahui pemahaman mengenai pertolongan dasar pada orang pingsan. Pingsan atau sinkop yaitu keadaan tidak sadar pada seseorang. Kehilangan kesadaran total, ketika indera pendengaran, penglihatan, perasaan dan bau berhenti sepenuhnya. Banyak sekali dijumpai kasus-kasus penanganan atau pertolongan pertama pada orang pingsan yang belum sesuai dengan prosedur seharusnya. Seperti halnya masih banyak dijumpai orang-orang yang berkerumun ketika ada orang pingsan dan ada juga memberikan wangi-wangian seperti minyak kayu putih kepada orang pingsan, Adapun metode yang digunakan peneliti yaitu SLR (Systematic Literature Review). Tujuan dari metode SLR adalah untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan topik dan fenomena yang menarik dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. Berdasarkan Hasil kajian menunjukkan bahwa sebelum diberikan kegiatan penyuluhan ataupun sosialisasi masih banyak para siswa, guru maupun masyarakat yang belum mengetahui mengenai pertolongan pertama pada orang pingsan. Adapun setelah diberikan kegiatan penyuluhan kepada para guru, siswa dan masyarakat sudah memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama pada orang pingsan. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman dasar pertolongan pertama pada orang pingsan dapat dilakukan dengan mengadakan sosialisasi atau penyuluhan kepada guru, siswa maupun lingkungan masyarakat guna untuk menambah pemahaman guru, siswa maupun masyarakat serta untuk mencegah korban pada fase yang lebih parah.