Husjain Djajaningrat
Poltekkes Jakarta III Kemenkes RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI FORMALIN PADA MIE KUNING DAN BAKSO DALAM MENU MIE BAKSO Angki Purwanti; Tri Prasetyorini; Husjain Djajaningrat; Salbiah Salbiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19892

Abstract

Paparan formalin secara rutin dan dalam jangka panjang dapat memicu kanker nasofaring. Tingginya angka  kejadian  kanker nasofaring di Indonesia disinyalir ada hubungannya dengan banyak ditemukan makanan yang beredar di masyarakat  yang mengandung formalin. Belum diketahui mie dan bakso dalam menu mie bakso yang dijual di kelurahan Jatiwarna diawetkan menggunakan formalin atau bebas dari pengawet berbahaya tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan identifikasi formalin pada mie kuning dan bakso pada menu mie bakso. Sampel yang juga merupakan populasi penelitian adalah mie kuning dan bakso dalam menu mie bakso dibeli dari 14 pedagang mie bakso yang berjualan menetap di  wilayah kelurahan Jatiwarna Bekasi. Sebagai pereaksi untuk uji formalin digunakan pereaksi Schryver dan pereaksi asam kromotropat.  Dari 14 sampel menu jajanan mi bakso, sebanyak 7 (50%) bakso dan 5 (35,7%) mie kuning yang positif formalin. Terdapat 2 (14,3%) menu yang mie kuning dan baksonya positif formalin, 4 (28,6 %) menu yang mie kuning dan baksonya  negatif formalin dan 8 (57,1%) menu yang bakso atau mie nya positif formalin. Menu mie bakso ini sebagai pengganti makan siang atau makan malam, bila pada mie atau bakso dalam menu mie bakso terdapat formalin maka formalin akan masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar. Perlu sosialisasi hasil penelitian kepada masyarakat kelurahan Jatiwarna Bekasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat terkait makanan berformalin. Diharapkan masyarakat mampu menghindar dari konsumsi makanan berformalin sehingga diharapkan secara tidak langsung dapat mengurangi resiko kejadian penyakit kanker nasofaring.