Mual dan muntah merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan trimester pertama. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita karena terdapat peningkatan hormone estrogen, progesterone. Hal ini jika tidak segera diatasi akan bertambah berat menjadi hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuanĀ untuk mengidentifikasi ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSUD dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medik RSUD dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna. Populasi dalam penelitian ini difokuskan pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum pada tahun 2022 sampai dengan periode Januari-Juli 2023 yaitu sebanyak 42 orang, dengan sampel sebanyak 42 responden yang ditetapkan secara total sampling. Variabel independen yakni umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas, sedangkan variabel dependen yakni ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum. Kejadianhiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil dengan umur 20-35 tahun sebanyak 28 orang (66,6%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil yang berpendidikan menengah sebanyak 25 orang (59,5%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 31 orang (73,8%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil dengan paritas I sebanyak 25 orang (59,5%). Ibu hamil yang berumur 20-35 tahun, pendidikan menengah, ibu rumah tangga dan paritas I merupakan faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum.