Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DENGAN EDUKASI BOOKLET STIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA Nafilah Nafilah; Eliyana Eliyana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21904

Abstract

Usia balita merupakan periode emas (Golden Period) pertumbuhan dan perkembangan anak, masa dimana anak mengoptimalkan kemampuan baik motorik kasar, motorik halus, komunikasi, sosialisasi bahkan emosionalnya. Pengetahuan orang tua khususnya ibu terkait pemberian stimulasi menjadi hal penting guna meningkatkan tumbuh kembang anak. Peningkatan pengetahuan ibu dapat dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan media peraga, salah satunya booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi tentang stimulasi tumbuh kembang balita menggunakan booklet. Sebanyak 20 ibu yang memiliki balita terlibat sebagai sampel penelitian ini. Desain kuantitatif dengan quasi eksperimen pretest-postest grup digunakan sebagai desain penelitian. Proses edukasi dilakukan sebanyak 3x dalam periode waktu satu bulan. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 6.7% pada ibu setelah diberikan edukasi. Peningkatan pengetahuan pada ibu menjadi faktor penting dalam upaya optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak, ibu yang memiliki tingkat pengetahuan baik akan dapat memberikan stimulasi yang sesuai dan memantau perkembangan anaknya serta mampu mendeteksi jika terjadi keterlambatan dalam proses perkembangan kemampuan. Kontribusi kader, keluarga dan masyarakat diperlukan sebagai bentuk dukungan sosial untuk mencapai kesehatan anak yang optimal.
Formulasi cookies balai (tepung bayam dan kecambah kedelai) sebagai kudapan sehat penderita anemia pada remaja Nafilah Nafilah; Widia Pangestika
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i2.447

Abstract

Latar Belakang: Angka prevalensi anemia menurut WHO terjadi pada setengah miliar wanita usia reproduktif. Prevalensi ini dapat ditekan dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung besi dan protein, seperti bayam dan kecambah kedelai. Cookies bayam dan kecambah kedelai (balai) menjadi alternatif snack selingan bagi penderita anemia sehingga dapat membantu menurunkan angka anemia pada remaja. Tujuan: Mengetahui efek penambahan tepung bayam dan kecambah kedelai pada formulasi cookies terhadap karakteristik fisik dan kimia. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P0 (kontrol), dan P1, P2, P3 dengan penambahan tepung bayam dan kecambah kedelai. Uji formulasi cookies, yaitu uji fisik dan kimia. Uji fisik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur, dan uji kimia meliputi kadar air, abu, protein, lemak dan zat besi. Hasil kedua uji dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penambahan bayam dan kecambah kedelai menghasilkan warna yang lebih hijau, aroma dan rasa yang khas yaitu perpaduan antara tepung bayam dan kecambah kedelai serta tekstur yang lebih renyah. Terdapat perbedaan signifikan pada atribut pengujian tersebut namun pada uji lanjutan tidak terdapat perbedaan nyata (p>0,05). Penambahan tepung bayam dan kecambah kedelai memengaruhi kadar protein dan zat besi yang sudah sesuai dengan standar SNI yaitu > 9% dan mampu menyumbang kebutuhan kadar zat besi pada remaja putri sebesar 10%. Kesimpulan: Penambahan tepung bayam dan kecambah kedelai memengaruhi karakteristik fisik dan kimia terutama kadar protein dan zat besi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGOLAHAN UBI JALAR DAN PISANG SEBAGAI MANAJEMEN DIET HIPERTENSI MELALUI KEGIATAN EMO DEMO Eliyana Eliyana; Nafilah Nafilah; Angela Putri Aprilliani; Riska Setiasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.5895

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi setiap tahunnya meningkat signifikan di seluruh dunia, dengan mayoritas penderita berada diwilayah negara berkembang. Rendahnya pemahaman akan pengendalian hipertensi menjadi salah satu penyebab munculnya sikap negatif terhadap manajemen hipertensi. Salah satu faktor yang dapat dikendalikan adalah manajemen diit atau nutrisi bagi penderita hipertensi. Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang baik bagi penderita hipertensi dapat menjadi upaya promosi kesehatan guna menurunkan angka penderita hipertensi, mencegah terjadinya komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup penderita hipertensi. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan 20 orang ibu rumah tangga baik yang telah maupun beresiko menderita hipertensi. Edukasi dilakukan dengan pemberian pengetahuan menggunakan media peraga dan demonstrasi langsung. Kombinasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan secara lebih efektif. Hasil dari kegiatan ini terlihat peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi dan pengolahan bahan pangan lokal yaitu pisang dan ubi jalar. Analisis data menunjukkan perubahan sebesar 23,6% sebelum mengikuti kegiatan. Pemanfaatan pangan lokal diharapkan dapat menjadi salah satu solusi manajemen diit hipertensi yang mudah dan murah. Peningkatan pengetahuan akan memberikan sikap yang lebih positif terhadap manajemen hipertensi dan pada akhirnya akan dapat berdampak pada perubahan perilaku terkait hipertensi.
The Relationship Between Knowledge Levels and Attitudes Toward Reading Nutrition Facts Labels and the Prevalence of Prediabetes Among Adolescents Adinda Eka Devita Sari; Nafilah Nafilah; Ardian Candra Mustikaningrum; Triya Ulva Kusuma
JURNAL RISET GIZI Vol. 14 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v14i1.13672

Abstract

Background: Knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels are important factors in the prevention of metabolic diseases, particularly prediabetes. Adolescents, as a vulnerable age group, often pay limited attention to nutritional information on food packaging, thereby increasing the risk of unhealthy dietary behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes among adolescents aged 16–18 years. Methods: A cross-sectional study was conducted among 62 adolescents aged 16–18 years in Weleri, selected using a simple random sampling technique. The research instruments included questionnaires assessing knowledge of nutrition facts labels and attitudes toward reading nutrition facts labels, as well as random blood glucose testing to determine prediabetes status. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: The findings showed that most respondents had poor knowledge of nutrition facts labels (54.8%) and poor attitudes toward reading nutrition facts labels (56.5%). The prevalence of prediabetes among adolescents in this study was 53.2%. There was a significant association between knowledge level (OR = 0.047; 95% CI = 0.013–0.172; p = 0.000) and attitudes toward reading nutrition facts labels (OR = 0.021; 95% CI = 0.005–0.096; p = 0.000) and the incidence of prediabetes among adolescents. Conclusion: The Chi-square test results demonstrated a significant relationship between knowledge of nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000), as well as between attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000).
The Relationship Between Knowledge Levels and Attitudes Toward Reading Nutrition Facts Labels and the Prevalence of Prediabetes Among Adolescents Adinda Eka Devita Sari; Nafilah Nafilah; Ardian Candra Mustikaningrum; Triya Ulva Kusuma
JURNAL RISET GIZI Vol. 14 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v14i1.13672

Abstract

Background: Knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels are important factors in the prevention of metabolic diseases, particularly prediabetes. Adolescents, as a vulnerable age group, often pay limited attention to nutritional information on food packaging, thereby increasing the risk of unhealthy dietary behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes among adolescents aged 16–18 years. Methods: A cross-sectional study was conducted among 62 adolescents aged 16–18 years in Weleri, selected using a simple random sampling technique. The research instruments included questionnaires assessing knowledge of nutrition facts labels and attitudes toward reading nutrition facts labels, as well as random blood glucose testing to determine prediabetes status. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: The findings showed that most respondents had poor knowledge of nutrition facts labels (54.8%) and poor attitudes toward reading nutrition facts labels (56.5%). The prevalence of prediabetes among adolescents in this study was 53.2%. There was a significant association between knowledge level (OR = 0.047; 95% CI = 0.013–0.172; p = 0.000) and attitudes toward reading nutrition facts labels (OR = 0.021; 95% CI = 0.005–0.096; p = 0.000) and the incidence of prediabetes among adolescents. Conclusion: The Chi-square test results demonstrated a significant relationship between knowledge of nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000), as well as between attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000).
The Relationship Between Knowledge Levels and Attitudes Toward Reading Nutrition Facts Labels and the Prevalence of Prediabetes Among Adolescents Adinda Eka Devita Sari; Nafilah Nafilah; Ardian Candra Mustikaningrum; Triya Ulva Kusuma
JURNAL RISET GIZI Vol. 14 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v14i1.13672

Abstract

Background: Knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels are important factors in the prevention of metabolic diseases, particularly prediabetes. Adolescents, as a vulnerable age group, often pay limited attention to nutritional information on food packaging, thereby increasing the risk of unhealthy dietary behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes among adolescents aged 16–18 years. Methods: A cross-sectional study was conducted among 62 adolescents aged 16–18 years in Weleri, selected using a simple random sampling technique. The research instruments included questionnaires assessing knowledge of nutrition facts labels and attitudes toward reading nutrition facts labels, as well as random blood glucose testing to determine prediabetes status. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: The findings showed that most respondents had poor knowledge of nutrition facts labels (54.8%) and poor attitudes toward reading nutrition facts labels (56.5%). The prevalence of prediabetes among adolescents in this study was 53.2%. There was a significant association between knowledge level (OR = 0.047; 95% CI = 0.013–0.172; p = 0.000) and attitudes toward reading nutrition facts labels (OR = 0.021; 95% CI = 0.005–0.096; p = 0.000) and the incidence of prediabetes among adolescents. Conclusion: The Chi-square test results demonstrated a significant relationship between knowledge of nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000), as well as between attitudes toward reading nutrition facts labels and the incidence of prediabetes (p = 0.000).
Pengetahuan Gizi dan Pola Pemberian Makan Tidak Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Patebon 2 Kendal Sofita Waluyoningrum; Nafilah Nafilah; Ardian Candra Mustikaningrum
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i1.5138

Abstract

Background The prevalence of stunting in Kendal Regency remains relatively high. Risk factors that may increase the likelihood of stunting include nutritional knowledge and feeding practices. This study aimed to analyze the relationship between nutritional knowledge and feeding practices with the incidence of stunting among children aged 24–59 months. Method A total of 143 mothers of under-five children participated in this cross-sectional study using a proportional sampling technique. Data were collected using questionnaires on nutritional knowledge and feeding practices, as well as children’s nutritional status data obtained from the Child Health Card (KMS). Fisher’s exact test with a significance level of p ≤ 0.05 was used to analyze the data. Results A total of 24.5% of children were categorized as stunted. Mothers with good nutritional knowledge accounted for 77.6%, and 67.8% had appropriate feeding practices. No significant relationship was found between nutritional knowledge and the incidence of stunting (OR = 0.964; 95% CI = 0.388–2.396; p = 1.00), and no relationship was found between feeding practices and the incidence of stunting (OR = 0.881; 95% CI = 0.393–1.975; p = 0.836). Conclusion Nutritional knowledge and feeding patters are not associated with incidence of stunting in toddlers in the Patebon 2 Kendal Puskesmas Working Area.
Pemberdayaan Remaja melalui Pelatihan Duta Gizi dan Peer Education sebagai Upaya Pencegahan Prediabetes di SMK Muhammadiyah 1 Weleri Triya Ulva Kusuma; Nafilah Nafilah; Radiati Moviana; Mohamad Zaenal Arif; Alvina Ayu Karmila; Annisa’ Nur Makarimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1958

Abstract

The phenomenon of prediabetes is increasingly being found in adolescents. Prediabetes in adolescents can cause various negative impacts both in the short and long term. Limited knowledge regarding nutrition and high consumption of sugary drinks are strongly related to the high number of prediabetes cases among adolescents. This community service activity aims to increase the knowledge and capacity of adolescents through empowering adolescent nutrition ambassadors and peer education in prediabetes prevention efforts. The activity was carried out at SMK Muhammadiyah 1 Weleri in two forms: intensive training for 8 adolescent nutrition ambassadors, and peer education by adolescent nutrition ambassadors to 78 other students using interactive educational methods, simulations, demonstrations, practice, and discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests in each session. The results showed that there was an increase in adolescent knowledge and skills after the activity. The conclusion of this activity is that adolescent empowerment through intensive nutrition ambassador training and peer education is effective in increasing adolescent knowledge and skills as a strategy for preventing prediabetes.
Hubungan Postur Kerja dan Lama Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Pabrik Amanda Puspita Sari; Radiati Moviana; Triya Ulva Kusuma; Nafilah Nafilah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.536

Abstract

Nyeri punggung bawah (LBP) adalah nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh postur kerja yang buruk dan pergerakan berulang. Pentingnya keselamatan kerja adalah untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan menjaga kesehatan pekerja. Keluhan LBP sering muncul karena postur kerja yang tidak ergonomis dan durasi kerja dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara postur kerja dan lama kerja dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah di antara pekerja di pabrik tahu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 57 pekerja diambil menggunakan teknik slovin. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik yang digunakan adalah uji Kendall’s Tau untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dengan tingkat keluhan LBP dan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara lama kerja dengan tingkat keluhan LBP. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara postur kerja dan tingkat keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,007 dan nilai r sebesar (0,362**) dan menunjukkan adanya hubungan antara lama kerja dan tingkat keluhan LBP dengan nilai p 0,001 dan OR (9,6). Disarankan agar manajemen pabrik memberikan pelatihan keselamatan kerja, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan mengatur jam kerja untuk menghindari kelebihan
Exploring Coping Strategy Dalam Menjalankan Peran Ganda Pada Pekerja Perempuan; Self Management in Making Choice Eliyana Eliyana; Nafilah Nafilah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61988

Abstract

Pekerja perempuan sering menghadapi tantangan dalam menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan ibu yang berpotensi menimbulkan work-family conflict. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi koping dan manajemen diri (self-management in making choice) yang digunakan pekerja perempuan dalam menjalankan peran ganda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan lima pekerja perempuan berusia 28–44 tahun yang telah menikah, memiliki anak usia 0–12 tahun, dan bekerja penuh waktu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi satu tema utama, yaitu self-management in making choice, yang terdiri atas lima subtema: mengalokasikan waktu pribadi, menetapkan batasan, merencanakan dan menerapkan disiplin, menetapkan prioritas, serta mencari dukungan. Seluruh partisipan melaporkan adanya kelelahan akibat tuntutan peran ganda, namun menunjukkan kemampuan adaptasi melalui berbagai strategi koping yang membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Kemampuan manajemen diri terbukti berperan penting dalam mencegah burnout, meningkatkan kesejahteraan, dan mempertahankan produktivitas kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan kebijakan yang responsif gender dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja perempuan. Kata Kunci: pekerja perempuan, strategi koping, manajemen diri, peran ganda, work-family conflict