Yulius Candra Kasiwali
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Pelayan Pastoral Di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar Keuskupan Maumere Dalam Terang Injil Yohanes 6: 1-15 Gregorius Sabon Kai Luli; Yulius Candra Kasiwali; Maria Mingkol
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1337

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk (1) memahami makna pelayanan pastoral di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar, (2) mengetahui makna pelayan pastoral di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar-Keuskupan Maumere dalam terang Injil Yohanes 6:1-15. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Objek yang diteliti pelayan pastoral dan umat Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar. Wujud data dalam penelitian ini adalah berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan pelayan pastoral dan umat Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar, obsevasi langsung di lapangan, dan pembicaraan tidak resmi. Selain itu, penulis juga menggunakan buku-buku refrensi yang berhubungan dengan tema ini: makna pelayan pastoral di Paroki Santo Yohanes Babtista Boganatar-Keuskupan Maumere dalam terang Injil Yohanes 6:1-15.. Dalam Injil Yohanes 6: 1-15 dikisahkan bahwa orang banyak melihat tanda yang dikerjakan Yesus, dan mereka itu mau menjadikannya raja. Memang benar dalam tiga tugas pokok Yesus Kristus sebagai imam, nabi dan raja, Yesus Kristus tidak terlepas menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang baik tidak membiarkan suatu situasi yang salah berlangsung terus, seolah-olah tidak bisa melakukan pembenahan agar bisa keluar dari kesulitan yang dihadapi oleh pengikut-Nya. Seorang pemimpin yang baik bukan hanya menunjukkan jalan bagi orang-orang lain melainkan ia melangkah di jalan yang sama bersama dengan mereka. Totalitas pelayan kepada orang kecil dan tugas kenabian pelayan pastoral paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar mencontohi Gembala yang baik. Maka Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik adalah contoh dan panutan bagi setiap pastor yang harus direnungkan dan diteladani dalam tugas pelayananya sebagai pastor paroki. Konteks Pelayanan Pastoral di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar adalah untuk semua umat terlebih mereka yang sakit, cacat, menderita dan miskin. Mereka yang sakit, cacat, dan menderita diberi pelayanan dan kesempatan untuk misa maupun melayani komuni orang sakit. Dalam Regio Gerejani Nusa Tenggara telah dikeluarkan buku pegangan khusus bagi para pastor paroki, yakni Buku Tata Laksana Karya Pastoral (TKLP) bagi Pastor Paroki. Salah satu tuntutan yang harus diperhatikan oleh Paroki adalah administrasinya. Efektifitas kepemimpinan pastoral, pelayanan dan karya pastoral serta berbagai mekanisme pastoral akan sangat didukung oleh administrasi paroki yang baik dan rapih. Dengan demikian totalitas pelayan kepada orang kecil dan tugas kenabian pelayan pastoral paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar dapat terwujud secara tepat.
Totalitas Pelayanan Pastoral dan Spiritualitas Kenabian dalam Konteks Paroki Boganatar: Telaah Biblis atas Yohanes 6:1-15 Ferdinandus Sebo; Yosep Uskono; Yulius Candra Kasiwali
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 10 No. 2 (2025): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2025.102.1474

Abstract

AbstractThis study offers a theological reflection on prophetic spirituality in pastoral ministry, grounded in the pericope of John 6:1–15 and contextualized within the pastoral reality of St. John the Baptist Parish, Boganatar, Diocese of Maumere. Employing a descriptive qualitative methodology, the research interprets Jesus’ act of feeding the five thousand as a paradigm of prophetic ministry that embodies compassion, participation, and transformation. Thefindings suggest that prophetic spirituality is characterized by a profound sensitivity to the concrete needs of the faithful, active participation in the life of the community, and a total self-donation rooted in the example of Christ. Within the rural pastoral context, such spirituality becomes a vital framework for fostering a ministry that is both responsive to human suffering and liberative in its orientation. The study contributes to pastoral praxis by deepening the integration of Gospel values into the life of the local Church, thereby promoting a ministry that humanizes, empowers, and transforms the community of faith. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merefleksikan spiritualitas kenabian dalam pelayanan pastoral berdasarkan Yohanes 6:1-15, dengan fokus pada konteks pastoral Paroki St. Yohanes Pembaptis Boganatar, Keuskupan Maumere. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menyoroti bagaimana teladan Yesus yang memberi makan lima ribu orang menjadi inspirasi dalam mewujudkan pelayanan yang transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas kenabian menuntut kepekaan terhadap kebutuhan umat, keterlibatan aktif dalam pelayanan, dan pemberian diri yang total. Dalam konteks pastoral pedesaan, spiritualitas ini relevan untuk membangun pelayanan yang responsif dan membebaskan. Eksplorasi ini memberikan kontribusi penting bagi praksis pastoral Gereja lokal agar semakin berakar pada nilai-nilai injili yang memanusiakan dan memberdayakan umat.