Susilawati Susilawati
Program Studi Doktor Sains Biomedis, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keragaman Spesies Nyamuk di Dusun Sukoharjo, Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin Dalilah Dalilah; Faiqah Arina Apriliani; Gita Dwi Prasasty; Dwi Handayani; Susilawati Susilawati; R Irpan Pahlepi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i1.210

Abstract

Nyamuk adalah vektor penyakit yang menularkan patogen melalui gigitannya pada manusia dan binatang. Beberapa jenis penyakit tular vektor nyamuk di Indonesia yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis dan Chikungunya. Nyamuk vektor penyakit didominasi dari genus Anopheles, Aedes, Armigeres, Culex dan Mansonia. Peran nyamuk Aedes salah satunya yaitu sebagai vektor penyakit DBD, nyamuk Anopheles merupakan vektor penyakit malaria dan filariasis dan genus lainnya yakni Armigeres dan Culex dapat menularkan patogen filariasis dan Japanese encephalitis. Kabupaten Musi Banyuasin termasuk dalam kategori endemik rendah malaria, selain itu daerah ini juga merupakan daerah endemik Demam Berdarah Dengue. Keberadaan keragaman nyamuk dapat berpotensi penularan penyakit lainnya di kabupaten ini. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik keragamanan nyamuk yang berpotensi menjadi vektor penyakit di Dusun Sukoharjo, Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yakni survei lapangan. Nyamuk di Dusun Sukoharjo ditangkap pada bulan Agustus 2021 dan di identifikasi pada Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes Baturaja. Setiap nyamuk akan diklasifikasikan ke genus dan spesiesnya berdasarkan karakteristik morfologi pada kunci bergambar. Ditemukan empat genus nyamuk yaitu Aedes, Armigeres, Culex, dan Anopheles dengan proporsi berturut-turut 2,6%, 5,1%, 88,5%, dan 3,8%. Sebelas spesies nyamuk ditemukan yakni Aedes lineatopenne, Aedes aegypti ,Armigeres subalbatus, Armigeres kesselli, Culex gelidus, Culex nigropunctatus, Culex quinquefasciatus, Culex tritaeniorhynchus, Culex vishnui, Anopheles kochi, dan Anopheles vagus. Proporsi nyamuk paling banyak ditemukan yakni nyamuk Culex quinquefasciatus. Perlu menjadi kewaspadaan karena nyamuk Culex merupakan potensial vektor untuk penyakit filariasis dan Japanese Enchepalitis.