Yulia Hairina
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Kesiapan Sekolah Anak Prasekolah Memasuki Sekolah Dasar Berdasarkan Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (Nst) (Studi di SDIT Ukhuwah Banjarmasin, Tahun 2017) Yulia Hairina
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2587

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan kesiapan anak masuk Sekolah Dasar ditinjau dari hasil test N.S.T (Nijmeegse SchoolbekwaamheidsTest). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah anak prasekolah yang akan masuk Sekolah Dasar di SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Jumlah subjek penelitian adalah 75 orang anak prasekolah yang berasal dari beberapa Taman Kanak- Kanak di Kotamadya Banjarmasin. Alat ukur yang dipakai pada penelitian ini adalah Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (N.S.T) dan juga observasi. Analisis terhadap data akan dilakukan secara kuantitatif dengan teknik statistik sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 75 orang subyek, 72% dinyatakan memiliki kesiapan yaitu sejumlah 54 anak, 21% cukup siap yaitu sejumlah 16, sedangkan yang belum siap ada 7% yaitu sejumlah 5 anak. Aspek yang paling menonjol tingkat kematangannya adalah aspek pengamatan bentuk dan kemampuan membedakan yaitu sebanyak 86% sejumlah 65 orang anak. Aspek yang paling kurang pada tugas menggambar orang yaitu 32 % sejumlah 24 orang anak. Secara kualitatif, aspek kesiapan masuk Sekolah dasar yang terkait dengan aspek kognitif yaitu pengamatan dan kemampuan membedakan, pengertian tentang besar, jumlah dan perbandingan, pengamatan kritis, konsentrasi, motorik halus dan memahami cerita adalah aspek-aspek yang sudah mencapai tingkat kematangan yang cukup optimal. Sedangkan aspek yang terkait dengan kemampuan aspek pengamatan tajam, aspek penilaian terhadap situasi dan gambar orang tingkat kesiapannya yang belum optimal.Kata Kunci: Kesiapan Sekolah, Tes NST, Anak PrasekolahABSTRACTThis study was a descriptive study to describe the children go to elementary school readiness in terms of the test results N.S.T (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test). This research is a quantitative approach. The subjects were preschoolers will go to elementary school in Banjarmasin SDIT Ukhuwah . Number of research subjects are 75 preschoolers from several kindergartens in the municipality of Banjarmasin. Measuring instrument used in this study is Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (N.S.T) and observation. Analysis of the data will be performed quantitatively by simple statistical techniques. The results showed that of the 75 subjects, 72% had expressed readiness is a number of 54 children, 21% quite ready for that number of 16, while those not ready to have 7% is the sum of 5 children. The most outstanding aspect is an aspect of maturity level observation forms and the ability to distinguish as many as 86% of the 65 children. Aspects that at least on the task of drawing people ie 32% some 24 children. Qualitatively, aspects of readiness for primary schools related to cognitive aspects, namely observation and the ability to distinguish, the notion of large, amount and ratio, critical observation, concentration, fine motor skills and understand the story are aspects that have reached a level of maturity that is quite optimal. While the aspects related to the capability of keen observation, aspects of assessment of the situation and drawing the readiness level is not optimal.Keywords: School Readiness, Test NST, Preschool Children
DINAMIKA PARENTING STRESS DAN STRATEGI COPING PADA IBU BEKERJA Yulia Hairina; Mahdia Fadhila
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/ph.v1i2.613

Abstract

Praktik pengasuhan seringkali menjadi sumber stres tersendiri bagi orang tua yang bekerja terutama bagi Ibu, di karenakan peran ganda ibu yang bekerja dalam sebuah keluarga menyebabkan ibu melakukan dua peran sekaligus yaitu sebagai ibu juga sebagai pekerja. Stres pengasuhan merupakan kondisi atau keadaan orang tua yang mengalami kecemasan atau ketegangan khususnya terkait dengan peran orang tua dalam mengasuh anak serta hubungan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dinamika stress pengasuhan pada ibu bekerja dan strategi copingnya. Ada pun metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan subyek yaitu dengan teknik purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini ada tiga orang ibu bekerja dengan kriteria, bekerja dengan minimal waktu kerja 5 tahun, memiliki anak usia 2 tahun atau lebih, memiliki suami yang juga bekerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dinamika stress pengasuhan pada ibu bekerja, perbedaan usia anak dan jumlah anak turut menggambarkan bentuk stress pengasuhan sendiri bagi ibu bekerja. Sedangkan untuk coping stress yang dilakukan ibu bekerja dalam menghadapi stress pengasuhan adalah problem focus coping dan emotion focus coping.