Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN MOBILE JKN DI DESA TUMPANG KABUPATEN MALANG Irma Cyan Ningrum Cyan Ningrum; A.A. Istri Citra Dewiyani; Anggi Ardhiasti
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 6 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI NOPEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v6i2.941

Abstract

Penduduk Indonesia yang terdaftara sebagai peserta JKN yaitu sejumlah 241,79 juta jiwa dan dari jumlah tersebut hanya 4,15 yang mengunduh aplikasi Mobile JKN di ponselnya. Berdasarkan hasil survei pendahuluan peneliti di Desa Tumpang Kabupaten Malang sebesar 29,79 masyarakatnya belum mengetahui aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Desa Tumpang Kabupaten Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif. Objek penelitian berupa 100 responden dari peserta JKN yang berdomisili di Desa Tumpang Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data dengan cara mengisi kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Desa Tumpang Kabupaten Malang dengan hasil( P- Value 0,026), tingkat pengetahuan masyarakat Desa Tumpang terhadap aplikasi Mobile JKN 88% berpengetahuan baik, dan presentase masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi 61% belum memanfaaatkan. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemanfatan Mobile JKN, sebagian besar masyarakat Desa Tumpang sudah berpengetahuan baik terhadap aplikasi, dan mayoritas penduduk Desa Tumpang belum memanfaatkan aplikasi Mobile JKN.
Implementation of management of chronic disease (PROLANIS) national health insurance’s programme in community health centers in Malang Wahyudi, Dicky Dwi; Eko Rahman Setiawan; Anggi Ardhiasti
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v0i0.1611

Abstract

Diabetes Mellitus and Hypertension are non-communicable diseases that have increased from year to year, both internationally and nationally. The 2018 East Java Basic Health Research Data explains that Malang City with the 4th highest Hypertension patient, following Malang Regency and Probolinggo Regency with the category of patients age ≥ 18 years. One of the benefits by National Health Insurance participants is a program that supports promotive and preventive services, namely the Chronic Disease Management Program (Prolanis) which is a National Health Insurance program for promotive and preventive services at First Level Health Facilities to overcome this diseases.Objective: To obtain an overview of implementation of the National Health Insurance Chronic Disease Management Program (Prolanis) at Malang Community Health Center. Method: In this study, data and information were collected descriptively through questionnaires filled out by Prolanis officers at 8 Puskesmas in Malang City who were randomly selected by examining Prolanis activities including: medical consultation, group education, SMS gateway reminders, and home visits. Results: Of the 8 Puskesmas studied, there was 1 community health center that did not carry out the Home visit activity. In a series of Prolanis activities (medical consultations, group education, gateway SMS reminders, and home visits) in mid-March 2020. Prolanis activities stopped due to the Covid-19 pandemic. So that Prolanis activities are carried out online via the WhatsApp group and telephone. Conclusions: Prolanis activities (medical consultation, group education, SMS gateway reminder, and home visit) at 8 Puskesmas in Malang City as a whole have been carried out in an orderly and scheduled manner, even though there are Puskesmas that do not carry out any of the home visit activities. During the Covid-19 pandemic, Puskesmas adjusted activities by making online contacts with Prolanis participants Keywords: Prolanis; JKN; Promotif; Preventif
Hubungan Faktor Demografis Terhadap Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota Nabila Ayu Kusumaningtyas; Herlinda Dwi Ningrum; Anggi Ardhiasti
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6037

Abstract

Latar belakang: Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan finansial bagi pekerja setelah tidak aktif bekerja. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan dalam pencairan klaim JHT, terutama sebelum masa pensiun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tujuan JHT sebagai tabungan hari tua. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keputusan pencairan klaim adalah faktor demografis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografis (tingkat pendidikan, pendapatan, lama bekerja, dan status pernikahan) terhadap pencairan klaim JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 81 peserta klaim JHT yang dipilih menggunakan rumus slovin dari total populasi 3.138 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,189), pendapatan (p=1,000), lama bekerja (p=0,125), dan status pernikahan (p=1,000) dengan pencairan klaim JHT. Kesimpulan: Faktor demografis yang diteliti dalam penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencairan klaim JHT. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pencairan JHT kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik demografis, seperti kebutuhan ekonomi mendesak,persepsi terhadap kebijakan, atau literasi keuangan.