Pengembangan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan untuk menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pencapaian kompetensi tersebut memerlukan model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan metakognisi siswa secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi untuk meningkatkan konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Bima dengan melibatkan 60 siswa sebagai responden angket dan tiga guru sebagai informan wawancara. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran berada pada kategori baik (M = 3,03), demikian pula metakognisi (M = 2,75), konstruksi pengetahuan (M = 2,81), berpikir kritis (M = 2,73), dan literasi digital (M = 2,96). Meskipun demikian, guru dan siswa menunjukkan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi (M = 3,84). Sintesis hasil penelitian mengindikasikan bahwa model yang dikembangkan perlu mengintegrasikan aktivitas planning, monitoring, evaluating, dan reflecting, serta didukung oleh sintaks pembelajaran yang sistematis, perangkat pembelajaran, media digital, dan asesmen autentik. Penelitian ini memberikan dasar empiris sekaligus konseptual bagi pengembangan model pembelajaran berbasis metakognisi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di SMP untuk memperkuat konstruksi pengetahuan, berpikir kritis, dan literasi digital siswa.