Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)tahun 2014 menunjukkan saat ini memprihatinkan, presentasi bayi yang diberikan ASI eksklusifsampai usia 6 bulan hanya mencapai sebanyak 15,3% dari target sebanyak 89,64%. BerdasarkanData Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, pemberian ASI eksklusifpada bayi dari usia 0 sampai 6 bulan hanya mencapai angka 27%. Dan berdasarkan data sekunderPuskesmas Sentani (2016), cakupan ASI eksklusif pada bayi / AE6 dari bulan Juli sampai denganbulan Desember 2016 sebanyak 11 bayi (5,64%).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk tingkat gambaran atau mendeskripsikan pengetahuan ibutentang pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional,populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6 sampai 12 bulan.Pemilihan sampel sebanyak 32 responden dengan membagikan kuesioner yang dijadikan sebagaisumber data primer.Hasil :didapatkandata tertinggi ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 17 (53,1%) responden,ibu yang berpengetahuan kurang sebanyak 14 (43,8%) responden dan terendah ibu yangberpengetahuan baik sebanyak 1 (3,1) responden.Kesimpulan :Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi sangat ditunjang olehumur, pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu disarankan agar semua pihak meningkatkanpelayanan terutama dalam memberikan informasi tentang pentingnya pemberian dan manfaat ASIeksklusif. Kata Kunci :Tingkat PengetahuanASI eksklusif