Novita Majid
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Sebagai Motivator Dalam Menanamkan Nilai Nasionalisme Pada Siswa Melalui Pembelajaran PPKn Di SMP Negeri 40 Samarinda Andrianus Ongko Wijaya Hingan; Wingkolatin Wingkolatin; Novita Majid
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru sebagai motivator dalam menanamkan nilai nasionalisme pada siswa melalui pembelajaran PPKn, kemudian kendala yang dihadapi dalam menanamkan nilai nasionalisme pada siswa melalui pembelajaran PPKn, serta upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala dalam menanamkan nilai nasionalisme pada siswa melalui pembelajaran PPKn. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 40 Samarinda pada bulan September 2023 – November 2023. Subjek penelitian ini ialah Guru PPKn, siswa-siswi, dan kepala sekolah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn di SMP Negeri 40 Samarinda, telah menjalankan peran sebagai motivator dengan baik dan secara maksimal. Peran guru sebagai motivator dalam menanamkan nilai nasionalisme, bukan hanya sekedar melakukan penanaman lewat materi saja tetapi memberikan motivasi, arahan, bimbingan, dan contohnya secara langsung kepada siswa-siswa. Seperti, mewajibkan siswa menyanyikan lagu wajib nasional pada saat pembelajaran dan menggunakan bahasa Indonesia yang sopan dan santun, mengarahkan untuk mencontoh nilai-nilai keteladanan dari para pahlawan Indonesia, memberikan dukungan dan membimbing siswa agar terus untuk berkomitmen dan terus bertanggung jawab selama proses pembelajaran. Dalam proses tersebut, terdapat kendala yang dialami oleh guru dan siswa yaitu kurang nya kesadaran diri dari siswa-siswa itu sendiri, pengaruh negatif dari globalisasi, perbedaan didikan antara lingkungan sekolah dan rumah, berbeda-beda serta lingkungan pertemanan nya. Selain itu kendala juga dialami oleh siswa yakni, berasal dari teman-teman sebayanya atau yang berada dalam lingkup kelas atau sekolah itu sendiri sehingga menghambat penanaman nilai nasionalisme oleh guru.