Penurunan rasa nasionalisme di kalangan peserta didik, terutama terlihat dalam ketidak bersungguh-sungguh saat mengikuti upacara bendera pada hari Senin, menandakan kekhawatiran akan melemahnya kesadaran nasionalisme di kalangan mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan rasa nasionalisme melalui pendidikan dan implementasi program kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengimplementasian penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 22 Samarinda, dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi peran penguatan profil pelajar Pancasila dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik di SMP Negeri 22 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dilakukan di SMP Negeri 22 Samarinda pada periode September 2023 sampai dengan November 2023. Subjek penelitian melibatkan guru PPKn, siswa-siswi, dan kepala sekolah, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 22 Samarinda telah berhasil mengimplementasikan penguatan profil pelajar Pancasila melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dan pendekatan berkbhinekaan. Meskipun menghadapi kendala internal dan eksternal, sekolah berhasil menemukan solusi, terutama dengan memberikan pembekalan kepada guru melalui pelatihan in-house training (IHT) dan implementasi kurikulum. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti upaya sekolah dalam mengatasi kendala dalam implementasi penguatan profil pelajar Pancasila, dengan fokus pada pembekalan kepada guru sebagai fondasi utama. Diharapkan temuan ini dapat menjadi landasan untuk perbaikan sistem pendidikan guna meningkatkan kesadaran nasionalisme di kalangan peserta didik.