Edi Rachmad
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Pada Mata Pelajaran PPKN Di Kelas X SMA Budi Luhur Samarinda Meisa Nor Hasana Putri; Edi Rachmad; Wingkolatin Wingkolatin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Model PembelajaranProblem Solving pada Mata Pelajaran PPKn di Kelas X SMA Budi Luhur Samarinda. Jenis penilitian ini adalah deskriptif kualitatif. Waktu pelaksanaan penelitian dari bulan November 2022 sampai dengan Februari 2023. Teknik pelaksanaan penelitian dari observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi sedangkan analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penerapan model pembelajaran Problem Solving pada mata pelajaran PPKN kelas X di SMA Budi Luhur Samarinda yang memiliki terdapat tahapan-tahapan penerapannya meliputi enam tahapan terdiri dari menyadari masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis atau dugaan sementara, mengumpulkan data, menguji hipotesis serta menyususun dan mempresentasikan laporan. Yang dimana dari beberapa tahapan tersebut sudah baik dalam penerapannya namun masih ada beberapa indikator atau tahapan yang kurang maksimal namun mampu diperbaiki dengan adanya evaluasi dari Guru PPKn, (2) kendala-kendala dari Penerapan model pembelajaran Problem Solving  pada mata pelajaran PPKN kelas X di SMA Budi Luhur Samarinda yang sering terjadi di sekolah sendiri sudah mampu diatasi dengan evaluasi, selalu memberikan motivasi belajar, mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Berdasarkan penerapan tersebut dapat dikatakan berjalan dengan baik namun evaluasi serta mengatasi kendala tersebut terus dilakukan agar model pembelajaran dapat dijalankan sesuai tujuan yang ingin dicapai.