Lya Fayola Zen
Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Padjadjaran, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERNIKAHAN DINI PADA ANAK DI FASE ADOLESCENCE Faiza Afraluna Wiranegara; Lya Fayola Zen; Rinaldo Rinaldo; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.49287

Abstract

ABSTRAK Wabah COVID-19 yang menjadi pandemi saat awal tahun 2020 membuat seluruh masyarakat di Indonesia melakukan kegiatan dari rumah, termasuk remaja yang melakukan sekolah secara daring dari rumah. Pernikahan dini remaja di Indonesia meningkat selama pandemi COVID-19. Pernikahan di bawah umur 19 tahun adalah termasuk pernikahan dini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan pernikahan dini di Indonesia, dampak-dampaknya, serta penanganan apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi dampak-dampak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah ekonomi dan pendidikan yang rendah, pergaulan yang salah, hamil di luar nikah, adat istiadat, sekolah daring, dan tingginya paparan media sosial saat pandemi COVID-19. Pemerintah perlu lebih menegaskan kembali tentang undang-undang batas minimal umur pernikahan.  ABSTRACT The COVID-19 outbreak which became a pandemic at the beginning of 2020 made all people in Indonesia carry out activities from home, including teenagers who do online school from home. Teenage marriages in Indonesia have increased during the COVID-19 pandemic. Marriage under the age of 19 is considered as early marriage. The purpose of this study is to find out what factors influence the increase of early marriage in Indonesia, its impacts, and what measures have been taken to overcome these impacts. This study uses a literature study method from previous studies to answer these questions. The results of this study indicate that the factors that influence it are low economy and education, promiscuity, marriage by accident, traditions, online schools, and high exposure to social media during the COVID-19 pandemic. The government needs to reaffirm the law on the minimum age limit for marriage.