Dessy Hasanah Siti Asiah
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosia dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Pajdajdaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainudiin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33440

Abstract

ABSTRAKPandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Peningkatan kasus belum memperlihatkan adanya penurunan angka penyebaran virus. Pemerintah dalam menanggapi krisis kesehatan telah melakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam merespon situasi pandemi. AKB bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan protokol kesehatan ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah dalam masa pandemi COVID-19. Upaya preventif dan promosi ini harus disebarluaskan kepada setiap masyarakat agar semakin banyak masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi secara daring melalui media sosial menjadi metode yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadi media paling efektif dalam penyebaran edukasi mengenai AKB. ABSTRACTPandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is still a threat to the global community, including Indonesia. The increase in cases has not shown a decrease in the spread of the virus. The government in response to the health crisis has implemented several policies to reduce the spread of COVID-19 infection. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) or adapting to new habits is one of the new policies issued by the government as a response in a pandemic situation. The AKB aims for the public to implement health protocols when they have to do activities outside the home during the COVID-19 pandemic. These preventive and promotional moves should be disseminated to every community so there would be more people who can implement health protocols. Social media is one of the most effective platforms used for this community service program during the COVID-19 pandemic. The high amount of people using social media during this time is the most effective media in disseminating education about AKB.
PENGAWASAN ORANGTUA TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN GAWAI Herni Wulandari; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33437

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengawasan orang tua terhadap anak usia prasekolah saat menggunakan gawai. Pengawasan merupakan kegiatan yang memiliki tujuan agar dapat melindungi dalam bentuk perhatian, sehingga anak dapat berkembang terutama anak usia prasekolah. Dalam menggunakan gawai anak memerlukan pendampingan dari orang tua untuk mengarahkan serta memberikan pemahaman-pemahaman mengenai media yang ditonton untuk menunjang pengetahuan serta persepsi-persepsi positif bagi anak. Adapun aspek-aspek pengawasan orang tua dalam pengawasan anak usia prasekolah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mediasi aktif prnggunaan media daring, Mediasi aktif keamanan penggunaan media daring, Mediasi pembatasan, pembatasan teknis, dan monitoring. Aspek-aspek pengawasan orang tua yang diteliti ini agar dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sudah melakukan pengawasan dalam penggunaan gawai pada anak, berusaha meluangkan waktunya untuk melakukan pendampingan pada anak, membantu anak ketika mengalami kesulitan dalam pengoperasian gawai, memberikan arahan untuk membuka konten bersifat edukatif, orang tua berusaha menerapkan kedisiplinan waktu penggunaan gawai sebagai bentuk pengawasannya. Terdapat perbedaan antara ayah dan ibu dalam melakukan pengawasan. Belum semua aspek pengawasan dapat dilakukan secara langsung oleh orang tua karena faktor kesibukan pekerjaan, sehingga orang tua belum dapat melakukan perannya pada aspek-aspek tertentu. ABSTRACTThis study aims to describe parental supervision of preschool children when using gadgets. Supervision is an activity of observing attentively which aims to protect children so that they can develop, especially preschool children. In using gadgets, children require assistance from parents to guide them and provide insights about the media being watched to support knowledge and positive perceptions for children. The aspects of parental supervision of preschool-aged children examined in this study are active mediation of online media use, active mediation of online media use security, restriction mediation, technical restrictions, and monitoring. These aspects of parental supervision are studied in order to avoid the negative impact of using gadgets. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The data collection methods used are non-participatory observation, in-depth interviews, literature review and document review. The results show that parents provide financial to meet children's physical needs and as a form of supervision parents try to take the time to provide assistance to children when children use gadgets, help children when they experience difficulties in operating gadgets, provide directions for accessing educational content, and try to apply time discipline. Father and mother have differences in carrying out supervision. Not all aspects of supervision can be carried out directly by parents due to the busy work factor so that parents have not been able to play their role in certain aspects.