Qonita Amalia
Program Studi Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SELF-ESTEEM TERHADAP KETERBUKAAN DIRI ODHA BERORIENTASI SEKSUAL GAY KEPADA PASANGANNYA Kania Ramadhani; Nasya Putri A; Qonita Amalia; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.38063

Abstract

Transmisi HIV pada ODHA berorientasi seksual gay secara global semakin meningkat dan paling tinggi dibandingkan dengan populasi lainnya, terutama di Indonesia yang sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak dapat dibantah bahwa tindakan seksual pada kelompok beresiko tinggi di komunitas homoseksual akan berkontribusi penting pada penularan HIV & AIDS. Keterbukaan diri ODHA berorientasi seksual gay kepada pasangannya memiliki peranan penting dalam memutus rantai transmisi HIV diantara ODHA LSL. Tujuan studi ini untuk memberikan gambaran dan mengidentifikasi pentingnya keterbukaan diri ODHA terhadap pasangannya serta faktor yang mempengaruhinya serta mengidentifikasi bagaimana self-esteem ODHA mempengaruhi keterbukaan diri ODHA kepada pasangannya. Teknik pengumpulan data pada metode penulisan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka berupa tinjauan artikel melalui jurnal dan artikel yang membahas terkait gambaran kasus penularan HIV dan AIDS yang terjadi pada homoseksual, faktor yang mempengaruhi keterbukaan ODHA LSL dan bagaimana self-esteem ODHA LSL dapat memengaruhi keterbukaan status dirinya kepada orang pasangan dan sekitarnya. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa keterbukaan status ODHA seseorang kepada orang lain atas privasinya dipengaruhi oleh banyak faktor, terlebih ketika hal tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara dirinya dengan yang lain. Keterbukaan status diri ODHA kepada pasangannya sangatlah penting dan krusial baik bagi kesehatan pasangannya serta hubungan yang mereka jalani. Walaupun sulit untuk dilakukan, terbuka kepada pasangan atas kondisi kesehatan seksual haruslah dilakukan, terutama bagi orang-orang dengan orientasi seksual gay. Penting juga untuk diingat bahwa mengetahui status kesehatan seksual pasangan adalah hak seseorang yang harus dipenuhi.