Nurliana Cipta Apsari
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat FISIP – Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION DALAM MENANGANI PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA THE ROLE OF INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION IN DEALING WITH HUMAN TRAFFICKING IN INDONESIA Salsabila Rizky Ramadhani; Fizahri Azainafis Haryadi; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.49289

Abstract

ABSTRAKKasus human trafficking yang terjadi di Indonesia bukanlah hal baru lagi, kejadian tersebut terjadi di beberapa tempat dan telah memakan banyak korban jiwa yang juga merupakan para TKI yang bekerja di luar negeri. Indonesia bukan hanya sebagai negara sumber dalam perdagangan manusia melainkan juga sebagai negara transit dan tujuan dari human trafficking. Tentunya hal ini sangat meresahkan dan mengkhawatirkan dimana pengertian dari human trafficking atau perdagangan manusia itu sendiri sangat menakutkan, yaitu perdagangan manusia yang memiliki tujuan untuk kerja paksa dan perbudakan seksual atau eksploitasi seksual komersial bagi pedagang atau orang lain. Oleh karena itu, dalam menangani kasus human trafficking di Indonesia diperlukan peran dari organisasi non pemerintah atau biasa disebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu International Organization for Migration (IOM) dalam membantu mengatasi perdagangan manusia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran yang bisa diambil oleh organisasi non-pemerintah, salah satunya adalah IOM dan peran pekerja sosial dalam menangani isu human trafficking ini. IOM telah aktif memberikan kontribusi pada upaya Indonesia untuk memerangi perdagangan manusia dengan melakukan pendampingan dan perlindungan terhadap korban dan memberikan bantuan pemulangan, dan pemulihan.  ABSTRACTThe case of human trafficking that occurred in Indonesia is not new anymore, the incident occurred in several places and has claimed many lives who are also Indonesian migrant workers working abroad. Indonesia is not only a source country in human trafficking but also as a transit country and a destination for human trafficking. Of course, this is very disturbing and worrying where the notion of human trafficking or human trafficking itself is very scary, namely human trafficking which has the purpose of forced labor and sexual slavery or commercial sexual exploitation for traffickers or other people. Therefore, in dealing with human trafficking cases in Indonesia, the role of non-governmental organizations or commonly referred to as Non-Governmental Organizations (NGOs), namely the International Organization for Migration (IOM) is needed in helping to overcome human trafficking in Indonesia. This study aims to analyze how the role that can be taken by non-governmental organizations, one of which is IOM and the role of social workers in dealing with the issue of human trafficking. IOM has actively contributed to Indonesia's efforts to combat trafficking in persons by providing assistance and protection to victims and providing repatriation and recovery assistance.