This Author published in this journals
All Journal Jurnal Warna
Supriyatin
TK Siwi Peni

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B Supriyatin
JURNAL WARNA Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v5i2.827

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Metode Meronce Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B di TK Siwipeni Cilacap. Menurut pemaparan guru kelas motorik halus anak harus dilatih sedini mungkin agar motorik halus anak tidak kaku dan otot tangan serta jari-jari tangan bisa dengan mudah terkoordinasi dalam memegang suatu benda. Kegiatan yang bisa melatih motorik halus anak usia 5-6 tahun sebagai berikut: anak dapat menggunakan gunting untuk memotong kertas, anak bisa mengambil balok dengan menggunakan 2 jari (ibu jari dan telunjuk), dapat memasang dan membuka kancing baju sendiri, melipat kertas, dan anak dapat melakukan kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Peningkatan motorik halus melalui kegiatan meronce dapat dilihat pada hasil penelitian. Pada kondisi awal kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 4 anak (36%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 6 anak (55%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasilnya pada kemampuan motorik halus melalui kegiatan meronce mengalami peningkatan yang dapat diilihat yaitu untuk kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 3 anak (27%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 7 anak (64%). Pada siklus II meningkat pada kriteria baik berjumlah 10 anak (91%), cukup berjumlah 1 anak (9%) dan kriteria kurang, sangat kurang berjumlah 0 anak (0%). Penelitian ini dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.