Remaja putri berada pada masa transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu tinggi terhadap seksualitas. Data BKKBN menunjukkan banyak remaja belum memahami kesehatan reproduksi dengan benar. Remaja putri merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap dampak negatif perilaku seksual karena secara biologis dan sosial mereka sering berada pada posisi yang lebih lemah. Selain itu, faktor-faktor seperti kurangnya komunikasi dengan orang tua, pengaruh lingkungan, dan minimnya pendidikan kesehatan reproduksi turut memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pada remaja putri di Kalurahan Imogiri Kabupaten Bantul. Desain penelitian berupa analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan uji statistik Kendall tau. Sampel peneltian ini adalah remaja putri yang tinggal di wilayah Kalurahan Imogiri Kabupaten Bantul sebanyak 95 remaja putri, pengambilan sampel dengan teknik purpossive sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner kemudian analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari 95 responden didapatkan sebanyak 47 (49,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sebanyak 59 (62,1%) responden dengan perilaku seksual tidak aman. Ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku seksual pada remaja putri dengan nilai p-value = 0,020≤0,05.