Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam muatan pelajaran Matematika materiperkalian sebagai penjumlahan berulang.Hal ini dibuktikan dengan ketercapaian hasil belajar peserta didik 54 % dari 13 peserta didik belum mencapai nilai ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 70. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah : (1) mengetahui proses pembelajaran Matematika dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah), untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terkait dengan materi perkalian sebagai penjumlahan berulang dan (2) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas II SDN 6 Jatisrono terkait dengan materi perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang pada setiap siklusnya dilakukan satu tindakan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas II SDN 6 Jatisrono yang terdiri dari 13 orang peserta didik. Hasil penelitian menggunakan metode Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus pertama nilai rata-rata peserta didik mencapai 76 atau sebanyak 62% peserta didik mencapai nilai ketuntasan yang ditetapkan.Dan pada siklus 2 mengalami peningkatan kembali yaitu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 87 atau 85% peserta didik mencapai ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik materi perkalian sebagai penjumlahan berulang.