Asdar Ahmad
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DITINJAU DARI MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X IPA DI SMAN 18 GOWA Nur Aisyah; Suwardi Annas; Asdar Ahmad
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v3i1.32261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talk Stick pada kelas X IPA (IPA) di SMAN 18 Gowa, (2) gambaran rata-rata hasil belajar matematika prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-Example pada siswa kelas X IPA SMAN 18 Gowa, (3) apakah ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talk Stick dan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-Example pada siswa kelas X IPA di SMAN 18 Gowa, (4) apakah ada perbedaan yang signifikan skor prestasi belajar antara siswa yang memiliki motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas X IPA di SMAN 18 Gowa, dan (5) apakah ada interaksi model pembelajaran kooperatif dengan motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X IPA di SMAN 18 Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis varians dua arah (ANAVA) dilanjutkan dengan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talk Stick adalah 88,7 dari nilai ideal 100 dengan kategori sangat tinggi, (2) rata-rata prestasi belajar matematika siswa. dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-Example adalah 87,6 dari nilai ideal 100 dengan kategori sangat tinggi, (3) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talk Stick dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talk Stick. Model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-Example dengan signifikansi 0,392, (4) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah dengan signifikansi 0,001. Selisih rata-rata antara motivasi belajar tinggi dan motivasi rendah adalah 14,229 pada taraf signifikansi 0,05 dengan interval 6,89 hingga 21,57, motivasi sedang dengan motivasi rendah sebesar 9 pada taraf signifikansi 0,05 dengan interval 3,66 hingga 14,34, dan (5 ) tidak terdapat interaksi model pembelajaran kooperatif dengan motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X IPA di SMAN 18 Gowa dengan signifikansi 0,306.
Ethnomathematics exploration in the Mappacci tradition of the Bugis ethnic group Asdar Ahmad; Muhammad Ammar Naufal; Fajar Arwadi; Jeranah Jeranah
Journal of Honai Math Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v7i1.549

Abstract

The incorporation of cultural elements into mathematics education has the potential to enhance learning outcomes. This investigation sought to identify and elucidate the mathematical concepts inherent in the Mappacci tradition of Bugis culture. Employing qualitative ethnography, the study discerned mathematical patterns within the ritualistic practices through a combination of observations, interviews, documentation, and literature review. Analysis of the gathered data involved qualitative methodologies including domain analysis, taxonomy analysis, componential analysis, and analysis of cultural themes. Findings revealed that the use of specific odd and even numbers, such as 1, 7, and 9, alongside those prominent in the Pacci presentation, conveys fundamental life principles such as perfection and integrity. Moreover, geometric forms like triangles and rectangles symbolize stability and essential virtues, reflecting the cyclical essence of life and providing spiritual guidance. The symbolic application of Inai (Pacci) leaves underscore’s themes of unity and purification, reinforcing familial bonds. Furthermore, the adherence to numerical values like 30 and 3 in rituals reflects the influence of Islamic teachings, emphasizing the significance of triadic patterns in fostering religious and social cohesion. These cultural elements imbue both community and individual existence with profound ethical, spiritual, and cultural values, thereby enriching societal fabric.