Wahyu Kartika Nursuci
Politeknik Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Isi Rumen Domba sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Praktikum di Laboratorium Teknologi Pakan Wahyu Kartika Nursuci; Bagus Djuni Ahadi
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2023): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/plp.v2i1.3667

Abstract

Industri peternakan menghasilkan limbah hasil kegiatan produksi setiap harinya. Salah satu dari limbah tersebut yaitu isi rumen domba. Limbah yang tidak dikelola dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan di sekitar industri peternakan tersebut. Rumen domba banyak mengandung mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai sumber bakteri pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL). MOL digunakan sebagai bahan praktikum yang dilaksanakan pada beberapa mata kuliah di Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember. Tujuan penelitian ini untuk dapat menunjang kegiatan praktikum serta dapat menjadi produk yang dapat diproduksi dalam skala terbatas oleh Laboratorium Teknologi Pakan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan proses fermentasi anaerob pada suhu ruang sampai 21 hari. Sampel MOL rumen domba diambil setiap hari ke- 7, 14 dan 21 untuk diamati sifat fisik serta total bakteri, total bakteri asam laktat dan total bakteri selulolitik. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk sifat fisik dan metode perhitungan cawan untuk menghitung total bakteri, total bakteri asam laktat dan total bakteri selulolitik. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna menjadi coklat tua, bau yang dihasilkan menjadi bau aroma tape dan terjadi penurunan pH. Pada perhitungan total bakteri terlihat adanya kenaikan total bakteri pada fermentasi hari ke-14 dan penurunan pada hari ke-21, total bakteri asam laktat hari ke- 7 dan 14 hari mengalami sedikit kenaikan dan terjadi penurunan pada hari ke- 21, total bakteri selulolitik terjadi kenaikan pada hari ke 14 dan mengalami penurunan pada hari ke-21. Penelitian ini menyimpulkan MOL rumen domba dengan fermentasi 14 hari merupakan lama fermentasi yang paling ideal untuk memenuhi kebutuhan bahan praktikum di Laboratorium Teknologi Pakan.
Pengolahan Limbah Urine Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan Metode Fermentasi Aerasi untuk Mendukung Aktivitas Praktikum di Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Jember Wahyu Kartika Nursuci; Bagus Djuni Ahadi; Teddy Setiawan; Angga Eka Pratama; Dini Ramadhani; Ratna Budi Wulandari
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/plp.v5i1.6726

Abstract

Urine sapi merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar pada sektor peternakan. Hal ini tentu saja dapat menurunkan kualitas lingkungan sekitar jika limbah yang dihasilkan setiap hari tersebut tidak diolah. Politeknik Negeri Jember memiliki TEFA sapi perah yang juga memiliki hasil samping berupa urine sapi dalam jumlah besar setiap harinya, sehingga diperlukan adanya pengolahan urine sapi. Produk dari salah satu teknologi inovasi dalam pengolahan limbah urine adalah pupuk organik cair (POC). Urine sapi yang dicampur dengan bahan tertentu dapat dijadikan pupuk organik cair setelah melewati serangkaian proses fermentasi. Proses fermentasi aerasi dapat digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair. POC hasil fermentasi metode aerasi memiliki potensi nutrisi yang baik sebagai pupuk, tetapi dari sisi mikrobiologi masih belum aman digunakan, sehingga diperlukan optimalisasi proses fermentasi untuk menekan patogen tanpa mengorbankan kandungan hara.