p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Plexus Medical Journal
Dyah Ratna Budiani
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Ekstrak Etanolik Daun Kelor Terhadap Kadar HDL, Kadar LDL, serta Ketebalan Aorta Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Aulia Ninggar Nadhira; Ida Nurwati; Dyah Ratna Budiani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i1.219

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor diketahui memiliki potensi menurunkan gejala sindrom metabolik. Kriteria sindrom metabolik antara lain yait terdapat penurunan HDL, peningkatan LDL, dan penebalan dinding aorta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun kelor terhadap kadar HDL, kadar LDL, dan ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik menggunakan lima kelompok, yaitu KKN diberi pakan standar; KKP, KP1, KP2, dan KP3 diberi pakan tinggi lemak selama 28 hari dan injeksi STZ-NA pada hari ke-25. Kelompok perlakuan (KP) diberikan dosis ekstrak etanolik daun kelor masing-masing 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari. Kadar HDL dan LDL diukur pada hari ke-0, 25, 28, dan 57. Terminasi pada hari ke-57, aorta pars thoracica diberi pengecatan HE. Kadar HDL dan LDL dianalisis menggunakan paired t-test. Kadar HDL, LDL, dan ketebalan aorta dianalisis menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan post hoc Tukey HSD.  Hasil: Hasil paired t-test terdapat perbedaan bermakna antara kadar HDL dan LDL sebelum dan setelah pemberian ekstrak. Hasil one-way ANOVA dan post hoc Tukey HSD, kadar HDL dan LDL terdapat perbedaan bermakna antar kelompok sedangkan ketebalan aorta tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi Reseptor ACE2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Sindrom Metabolik Lydia Julian; Dyah Ratna Budiani; Jarot Subandono
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.695

Abstract

Pendahuluan: Angiotensin Converting Enzyme 2 merupakan enzim yang berada pada membran sel beberapa organ, salah satunya pankreas. ACE2 memiliki fungsi untuk mengkatalis perubahan angiotensin II menjadi angiotensin 1-7. Pada penderita sindrom metabolik terjadi hiperglikemia, hiperinsulinemia, obesitas, serta resistensi insulin yang meningkatkan produksi angiotensin II dan aktivitas sistem RAS. Ekspresi ACE2 meningkat sebagai kompensasi dari peningkatan sistem RAS. Daun kelor memiliki mampu mengatasi sindrom metabolik. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar terinduksi sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Sampel berupa 30 tikus dibagi kedalam 5 kelompok, KI sebagai kelompok kontrol; KII sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA serta pakan tinggi lemak; KIII, KIV, dan KV sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA, pakan tinggi lemak, dengan perlakuan asupan  ekstrak etanolik daun kelor selama 28 hari dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Ekspresi reseptor ACE2 dihitung menggunakan rumus Intensity Distribution Score. Analisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil: Ekspresi reseptor ACE2 tertinggi pada KII (222.56) dan terendah pada KV (188.38). Uji statistik didapatkan ekspresi reseptor ACE2 signifikan (p<0.05) pada KI terhadap KIV dan KV; KII terhadap KIV dan KV. Selain kelompok tersebut didapatkan perbedaan ekspresi reseptor ACE2 yang tidak signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB mampu menurunkan ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar model sindrom metabolik secara signifikan.