p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Plexus Medical Journal
Fadhilah Tia Nur
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Digital Eye Strain pada Anak Sekolah Menengah Pertama di Masa Pandemi COVID-19 Putri Yumna Nur Aqila; Hari Wahyu Nugroho; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.549

Abstract

Pendahuluan: Selama pandemi COVID-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan physical distancing, sehingga membuat anak-anak menggunakan smartphone sebagai media belajar maupun hiburan dan anak-anak memilih menghabiskan waktu pada smartphone, sehingga berdampak pada kesehatan mata, salah satunya dapat menimbulkan digital eye strain atau mata lelah. Beberapa penelitian yang telah dilakukan cenderung mengambil sampel orang dewasa dan ini menjadikan penelitian digital eye strain pada anak perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jarak dan durasi penggunaan terhadap digital eye strain, serta faktor resikonya Metode: Penelitian cross sectional dilakukan dengan mengambil sampel siswa/I kelas VII, VII, dan IX SMP Al Azhar Syifa Budi, Surakarta dan didaptakan jumlah sampel 99 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini memilih jarak dan durasi penggunaan smartphone sebagai variabel bebas dan digital eye strain sebagai variabel terikat. Pengukuran digital eye strain menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis data menggunakan uji hipotesis bivariat dengan SPSS. Hasil: Pada hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan yaitu p=0,002 pada jarak penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain. Pada durasi penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain menunjukkan korelasi yang signifikan dengan p=0,022 Kesimpulan: Menggunakan smartphone dengan jarak yang dekat dan durasi yang lama dapat beresiko mengalami Digital Eye Strain
Hubungan Tipe Serangan Epilepsi Pada Anak Dengan Penurunan Fungsi Kognitif di RSUD Dr. Moewardi Lintang Perwitasari; Hari Wahyu Nugroho; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.566

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan kognitif adalah salah satu bagian yang berarti pada tumbuh kembang anak karena dapat menunjukkan perkembangan cara berpikir. Penyakit kronis dapat berpengaruh dalam perkembangan kemampuan kognitif karena pada anak yang memiliki penyakit kronik cenderung lebih mengurung diri dan kesulitan bersosialisasi. Epilepsi termasuk salah satu penyakit kronik pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang anak seperti pada aspek neurologis, kognitif, psikologis, dan sosial individu. Klasifikasi epilepsi dibagi berdasarkan tipe bangkitan dibagi menjadi tiga yaitu kejang umum, kejang parsial, dan kejang yang belum bisa diklasifikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe serangan epilepsi pada anak dengan penurunan fungsi kognitif di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan Bulan April-Mei 2022 di poli dan bangsal anak RSUD Dr. Moewardi. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner MOCA-Ina dan didapatkan 45 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tipe serangan epilepsi dan fungsi kognitif dianalisis melalui uji Chi-square didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Namun, expected count uji Chi-Square <5 sehingga dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov dengan hasil p = 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tipe serangan epilepsi dengan penurunan fungsi kognitif pada anak. Berdasarkan hasil analisis, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, usia awitan epilepsi, jenis OAE, dan durasi konsumsi OAE tidak menjadi perancu yang berarti dalam penelitian ini. Kesimpulan: Tipe serangan epilepsi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.