p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Plexus Medical Journal
Husnia Auliyatul Umma
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap pH Feses Bayi 0-6 Bulan Aqillah Azzah; Evi Rokhayati; Husnia Auliyatul Umma
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.813

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan asupan bayi yang paling praktis, murah, sempurna, dan higienis karena diminum langsung dari payudara ibu. Bayi yang mengonsumsi ASI, memiliki pH feses yang lebih asam daripada normal yaitu 4,5–5,5. Hilangnya Bifidobacteria dalam jumlah besar pada usus bayi dapat mengakibatkan peningkatan pH feses menjadi lebih basa dan memicu terjadinya dysbiosis mikrobiota usus. Selain faktor pemberian ASI eksklusif atau susu formula, penelitian ini juga meneliti faktor-faktor lain yang dinilai memengaruhi pH feses bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap pH feses bayi 0–6 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di Posyandu-posyandu dibawah kerja Puskesmas Ngoresan yang memenuhi kriteria peneltian sebanyak 50 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa usia ibu (p=0.018) dan konsumsi ASI eksklusif atau susu formula (p=0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pH feses bayi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif atau susu formula terhadap pH feses bayi 0-6 bulan.  
Perbandingan Efektivitas Antara Metode Swab dan Contact Plate Dalam Menilai Kualitas Kebersihan Ruang ICU di RS Dr. Moewardi Surakarta Raihan Alif Zahran; Marwoto; Husnia Auliyatul Umma
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.857

Abstract

Pendahuluan: Intensive Care Unit (ICU) merupakan salah satu tempat di rumah sakit dengan potensi penyebaran infeksi yang tinggi. Salah satu tindakan untuk mencegah penyebaran infeksi adalah evaluasi kualitas kebersihan ruang ICU dengan pemeriksaan mikrobiologi sehingga membutuhkan metode yang efektif, efisien, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode swab dan contact plate dalam mengevaluasi kualitas kebersihan ruang ICU di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Sampel dari empat permukaan dengan potensi kontaminasi tinggi (meja, dinding, lantai, stetoskop) akan diambil menggunakan swab dan contact plate setelah dibersihkan oleh petugas kebersihan ICU dan dilakukan identifikasi koloni dominan bakteri. Analsis data menggunakan uji Mann-whitney Hasil: Uji komparatif Mann whitney menunjukkan nilai p > 0,05 (0,105-0,645) untuk permukaan meja, dinding, dan stetoskop sedangkan pada permukaan lantai, nilai p < 0,05 (0,017). Uji Mann whitney untuk durasi sampling menunjukkan nilai p < 0,05 (0,000). Temuan bakteri pada sampel adalah coccus sp. gram positif (staphylococcus aureus) dan bacillus sp. gram positif Kesimpulan: Metode swab dan contact plate sama-sama efektif untuk mengetahui jumlah koloni bakteri. Contact plate unggul di durasi dan biaya sampling dibandingkan dengan swab.