p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Plexus Medical Journal
Sri Martuti
Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Moewardi, Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Anemia pada Trimester Ketiga dengan Prematuritas Bayi Baru Lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Dewi Permata Sari; Sri Martuti; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.1028

Abstract

Pendahuluan: Prematuritas merupakan sumber utama dari segala komorbid, komplikasi, hingga kematian bayi. Kondisi anemia pada ibu hamil diduga memiliki pengaruh terhadap perkembangan janin, salah satunya bisa mengakibatkan kelahiran bayi prematur <37 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada trimester ketiga dengan prematuritas bayi baru lahir. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control, dilakukan secara retrospektif melalui data rekam medis ibu dan bayi baru lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Januari-Desember 2022. Sampel penelitian terdiri dari 76 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 38 bayi kurang bulan/prematur (preterm) dan 38 bayi cukup bulan (term). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia di trimester ketiga (p=0,006; OR 3,850) dan komplikasi kehamilan (p=0,039; OR 3,331) dengan prematuritas bayi baru lahir. Sementara itu, usia ibu (p=0,289; OR 0,489), paritas (p=0,816; OR 1,241), dan status gizi sebelum hamil (p=1,000; OR 1,000) tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kelahiran bayi prematur. Kesimpulan: Anemia pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan prematuritas bayi baru lahir. Kadar hemoglobin ibu yang rendah dapat meningkatkan kelahiran prematur sebesar 3,85 kali lebih tinggi. Komplikasi kehamilan merupakan prediktor prematuritas bayi selain anemia di trimester tiga.
Faktor Risiko Tingkat Keparahan pada Anak dengan Covid-19 di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dr. Moewardi Gerardo Daniel Fernando; Sri Martuti; David Anggara Putra
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i1.1103

Abstract

Pendahuluan: Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang semua kalangan usia. Hingga saat ini, penelitian mengenai faktor risiko tingkat keparahan pada pasien anak dengan Covid-19, khususnya di negara berkembang, masih terbatas dengan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usia, jenis kelamin, obesitas, penyakit bawaan, dan asma sebagai faktor risiko tingkat keparahan Covid-19. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Mei-September 2023 di Rumah Sakit Dr. Moewardi dengan jumlah sampel sebanyak 60 pasien dengan data sekunder dan diolah menggunakan SPSS analisis chi square dan uji regresi logistik. Hasil: Dari 60 pasien yang diteliti dalam penelitian ini 40% di antaranya mengalami tingkat keparahan kritis. Berdasarkan analisis multivariat, terdapat satu variabel yang memengaruhi tingkat keparahan, yaitu penyakit jantung bawaan (OR = 6,000, 95% CI: 1,890-19,043, p = 0,002). Sementara itu, variabel usia hanya berpengaruh signifikan pada analisis bivariat. Untuk variabel jenis kelamin, obesitas, dan asma tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada analisis bivariat. Kesimpulan: Faktor risiko yang memengaruhi tingkat keparahan yaitu pasien dengan riwayat penyakit jantung bawaan.