Kurnia Malik
Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemodelan Arus Pasang Surut dan Gelombang 2D Menggunakan Metode Numerik Hydrodynamic Module FM dan Spectral Wave Module Mike 21 di Perairan Pelabuhan Sorong, Selat Sele Bulan Januari Tahun 2024: Tidal Currents and Waves Modelling using Hydrodynamic Module and Spectral Wave Module Mike 21 in The Waters of Sorong Port, Sele Strait on January 2024 Amelia Rahma Tsabita Sari; Kurnia Malik; Nadia Zahrina Wulansari; Arochim Arochim; Dhimas Prabu Pratama
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v8i1.206

Abstract

Selat Sele merupakan salah satu daerah perairan yang berperan sebagai pintu jaringan tranportasi laut di wilayah timur Indonesia. Pemahaman mengenai karakteristik arus dan gelombang di suatu pelabuhan diperlukan untuk menunjang keselamatan pelayaran dan menghindari risiko terjadinya kecelakaan di jalur pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan arus pasang surut dan gelombang di Pelabuhan Sorong menggunakan pemodelan numerik dengan software MIKE 21 pada bulan Januari tahun 2024. Pemodelan hidrodinamik menggunakan software MIKE 21 Hydrodynamic Module dan Spectral Wave Module. Hasil validasi elevasi muka air laut hasil prediksi pemodelan terhadap prediksi pasang surut Pushidrosal menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE) sebesar 0,322 m. Berdasarkan visualisasi grafik elevasi pasang surut dan perhitungan menggunakan metode admiralty, tipe pasang surut di perairan Pelabuhan Sorong adalah campuran condong harian ganda. Pergerakan arus dominan bergerak ke arah tenggara dan barat laut, dengan nilai kecepatan maksimum dan minimum arus sebesar 0,527 m/s dan 0,004 m/s. Ketinggian maksimum tinggi gelombang signifikan sebesar 0,90 m dengan nilai ketinggian minimum tinggi gelombang signifikan sebesar 0,029 m. Dengan data yang diperoleh maka akan sangat membantu untuk keselamtan pelayaran ataupun operasi pelabuhan yang ada di sekitar perairan Selat Sele.
Pemodelan Arus Pasang Surut 2D Menggunakan Metode Numerik Flow Model Mike 21 di Perairan Pelabuhan Paotere Makassar pada Bulan Januari 2024: 2D Tidal Current Modeling using The Mike 21 Flow Model Numerical Method in The Waters of Paotere Port Makassar in January 2024 Linaria Anugraheni; Kurnia Malik; Arochim Arochim
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v7i2.189

Abstract

Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan penting yang berada di Makassar karena salah satu jalur perdagangan sehingga perairan tersebut ada penelitian diperairan tersebut salah satunya mengenai pola arus yang dapat mendukung keselamatan navigasi dan proses sedimentasi yang terjadi didalam pelabuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan memodelkan pola arus pasang surut dua dimensi (2D) di perairan Pelabuhan Paotere, Makassar, pada Januari 2024 menggunakan MIKE 21 Flow Model (FM) untuk mengkaji karakteristik kecepatan dan arah arus yang dipengaruhi oleh pasang surut. Hasil model akan divalidasi menggunakan data buku prediksi pasang surut milik Pushidrosal dengan perhitungan RMSE (Root Mean Square Error). Hasil pemodelan menunjukkan kecepatan arus pasang surut yang bervariasi antara 0,01–0,02 m/s. Arah arus dominan bergerak dari utara ke barat daya pada saat surut, sedangkan pada saat pasang atau menuju pasang, arus cenderung berbelok ke tenggara mendekati pesisir. Elevasi muka air l aut maksimum tercatat 0,6 m pada pasang tertinggi, sedangkan minimum sebesar -0,74 m pada surut terendah. Hasil validasi pasang surut menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,10 m yang mengindikasikan bahwa model yang dibangun dapat merepresentasikan kondisi aktual pola arus pasang surut di perairan Pelabuhan Paotere dengan baik. Hal ini tentunya akan sangat mendukung dalam upaya keselamatan navigasi dan kajian tentang proses sedimentasi yang akan terjadi.