Moh. Nur Arifin
IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Moh. Nur Arifin
Saintifika Islamica Vol 3 No 01 (2016): Januari - Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada setiap proses pembelajaran, penilaian menjadi komponen penting yang harus diperhatikan oleh setiap guru. Alasanya adalah, bahwa setiap pembelajaran, apapun kurikulumnya. Berbasis Kompetensi atau kurikulum-kurikulum sebelumnya, berkaitan erat dengan sebuah proses yang terencana dan terukur untuk mencapai tujuan dan isi sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku. Untuk itu diperlukan perangkat untuk menilai ketercapaian proses tersebut. Pada umumnya penilaian proses belajar di kelas masih berorientasi pada tes-tes tertulis; seperti pilihan ganda, menjodohkan, dan essay. Bentuk penilaian ini tentu tidak menggambarkan proses pembelajarn siswa yang sebenarnya. Sebagaimana diketahui, bahwa standar isi pelajaran bahasa Inggris pada KTSP menekankan kompetensi komunikatif dengan pendekatan PAKEM/CTL. Pembelajaran dengan pendekatan CTL akan lebih bermakna jika diukur dengan penilaian otentik. Penilaian otentik (Authentic Assessment) merupakan jenis dari Performance-based Assessment (PBA) yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mendorong dan membangun kompetensi siswa memadukan antara pengetahuan kognitif dan dunia nyata disekitarnya. Jenis tes ini lebih potensial untuk memotifasi siswa dari pada jenis-jenis tes lain, karena Penilaian Otentik dalam prakteknya melibatkan siswa secara langsung dalam menggunakan bahasa sesuai dengan situasinya. Pembelajaran bahasa berbasis kontekstual (Contextual Language Teaching) tentu akan menjadi tidak bermakna bagi siswa jika pencapaian proses pembelajaran (SK/KD) diukur dengan model penilaian standar (standardized test) seperti multiple choise, essay, fill-inblank dll. Karena jenis tes model ini, hanya mengukur keterampilan berpikir tingkat rendah siswa, dan tidak mengukur apa bagaimana yang sebenarnya siswa kita. Model tes ini sangat efektif untuk mengukur kompetensi siswa secara nyata. Makalah ini menyajikan analisis tentang authentic assessment pada pangajaran bahasa Inggris dengan disertai contoh-contoh rubrik penilaian otentik.
A STUDY OF CULTURAL ASPECTS IN ARABIC TEXTBOOKS FOR MADRASAH ‘ALIYAH IN BANTEN Moh. Nur Arifin
Saintifika Islamica Vol 3 No 02 (2016): Juli - Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The teaching of culture is considered to be an important part of teaching foreign language i.e. Arabic, since one major aim of language teaching is to increase the understanding and tolerance between cultures. As a result, it is very reasonable to say that learning a language is also learning culture of native speakers. Teaching a new language will accordingly inevitably involve teaching a new culture. Only through introducing and developing understanding of the culture of the target language will a language learner be able to function properly in the target language. In teaching Arabic as Foreign Language (AFL), textbooks play an important role in today’s school world since most of Arabic teachers of SMA/MA in Indonesia use them as the most important tool and teaching resources. The purpose of this research are (1) to describe authors’ awareness to insert cultural elements into the selected texbook of Bahasa Arab (BA) X, XI and XII and تعهٛى انهغت انعسبٛت Pelajaran Bahasa Arab (PBA) X, XI, XII as materials for teaching and learning Arabic, (2) to identify what cultural aspects are included in the Arabic textbooks currently used by Madrasah Aliyah in Serang, (3) to identify the patterns of insertion of these cultural aspects in the Arabic textbooks used. As the method of research, the researcher used content analysis. The data is selected taxtbook of تعليماللغة العربية , Pelajaran Bahasa Arab Madrasah Aliyah Kelas X, XI, XII writen by Dr. D. Hidayat, Published by PT Karya Toha Putra, Semarang Indonesia, 2013 and Pelajaran Bahasa Arab untuk SMA Kelas X, XI, XII written by Darsono and Sururi Abdul Jalal, published by Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, 2011 by using Byram (1994:51-52) and Risager (1994: 52-53) criteria i.e. Social identity and social groups, Social interaction, Belief and behavior, Socio-political institutions, Socialization and the life-cycle, National history, National geography, National cultural heritage, Stereotypes and national identity, International and intercultural issue, and Point of view and style of the textbook auhtor (s). The result of this research are that (1) the authors have awareness to insert cultural aspects into the textbook, (2) of the eleven criteria only three of them are not inserted into the textbooks i.e. Social identity and social groups, Social interaction, Belief and behavior, National geography, National cultural heritage, Stereotypes and national identity, International and intercultural issue, and Point of view and style of the textbook auhtor (s), (3) the patterns of insertion of these cultural aspects in the Arabic textbooks are both writings and pictures.