Djeprin E Hulawa
Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH Waliyuddin Hilmy Luthfi; Eva Dewi; Djeprin E Hulawa
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.713

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Perkembangan Islam Pada Masa Perkembangan Bani Umayyah. Fokus penelitian ini untuk mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Bani Umayyah, peradaban islam pada masa Dinasti Bani Umayyah, dan sebab kemunduran dan keruntuhan Bani Umayyah. Hasilnya adalah Dinasti umayyah diambil dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, Dinasti ini sebenarnya mulai dirintis semenjak masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan pada saat itu belum berhasil, namun baru kemudian berhasil setelah dideklarasikan dan mendapatkan pengakuan kedaulatan oleh seluruh rakyat yang mengetahui keberadaan Dinasti Bani Umayyah ini setelah khalifah Ali terbunuh oleh kaum kafir dan Hasan ibn Ali yang diangkat oleh kaum muslimin di Irak menjadi khalifah menyerahkan kekuasaanya pada Muawiyah setelah melakukan perundingan dan perjanjian. Bersatunya ummat muslim dalam satu kepemimpinan pada masa itu disebut dengan tahun jama’ah (‘Am al Jama’ah) tahun 41 H (661 M). Dan kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak faktor, dinataranya adalah: perebutan kekuasaan diantara keluarga kerajaan, serta konflik berkepanjagan dengan golongan oposisi oran-orang Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin pemerintahan dan kecenderungan mereka yang hidup mewah,  kemudian penggulingan oleh Bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah, dan golongan Mawali.
SEYYED HOSSEIN NASR: INTEGRASI BERBASIS TAUHID MELALUI HIRARKI ILMIAH Hairunis; Eva Dewi; Djeprin E Hulawa
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.727

Abstract

Modernisasi yang dibarengi dengan adanya sekularisasi yang telah menghadirkan wajah suram yaitu terhapusnya kehiduapan beraagama dari kehidupan manusia, dihilangkannya nilai-nilai agama dan spiritual dalam memandang alam semesta, dihilangkannya aspek spiritual dan keagamaan. Nasr prihatin dengan realitas manusia modern yang terlalu sulit mengapresiasi sesuatu yang sakral. Nasr menekankan pentingnya religiusitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Nasr kemudian memberikan pemikirannya tentang konsep integrasi ilmu pengetahuan dan Islam berdasarkan tauhid melalui hierarki keilmuan berupa konsep kesatuan yaitu integrasi Islam (Ilahiyah), Manusia (Khalifah), dan alam (Kosmos). Sehingga dapat menuju keesaan Ketuhanan yang terbayang dalam kesatuan Alam. Gagasan persatuan dalam ilmu pengetahuan merupakan gagasan yang bersumber dari syahadat: la ilaha illa Allah. Dengan konsep kesatuan atau yang biasa disebut dengan tauhid, maka keberagaman ilmu pengetahuan juga dapat diintegrasikan ke dalam keterpaduan. Dengan kata lain, gagasan kesatuan memungkinkan integrasi pengetahuan dan tindakan manusia menjadi satu kesatuan yang harmonis. Pemikiran Nashr terhadap relasi agama dan sains, menjadi fokusnya ketika ia telah menamatkan studi di universitas Harvard, hal ini dapat terlihat lewat disertasi yang ia garap, yang kemudian di publikasikan oleh Universitas Harvard dengan judul, An Introduction to Islamic Cosmological Doctrines : conception of nature and methods used for its study by the Ikhwan Al-Shafa, AlBiruni and Ibn Sina.