Murdanu .
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PERSIAPAN SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 CANGKRINGAN DALAM MENGHADAPI TES HASIL BELAJAR PELAJARAN MATEMATIKA Fanny Nur Saadah; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i2.5982

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  hasil  analisis  persiapan  siswa  kelas  XI  IPS  SMA Negeri  1  Cangkringan  dalam  menghadapi  tes  hasil  belajar  pelajaran  matematika. Penelitian  ini  adalah penelitian  deskriptif  dengan  metode  kualitatif. Dalam penelitian  ini,  ditetapkan  12 siswa kelas  XI  IPS SMA  Negeri  1  Cangkringan  sebagai  sampel  penelitian/narasumber.  Data  mengenai  persiapan  siswa menghadapi  tes  hasil  belajar  pelajaran  matematika  dikumpulkan  dengan  teknik  wawancara,  observasi, dokumentasi,  dan  triangulasi.  Analisis  data  dilakukan  dengan  deskriptif  kualitatif.  Ada  dua  aspek persiapan yang diteliti, yaitu aspek persiapan mental dan intelektual siswa. Hasil penelitian berdasarkan indikator  persiapan  mental  siswa  adalah  (a)  siswa  kurang  berminat  terhadap  pelajaran  matematika;  (b) siswa belum mengetahui tujuan dan kebutuhan belajar matematika. Hasil penelitian berdasarkan indikator intelektual siswa adalah (a) siswa tidak mempersiapkan diri sebelum belajar matematika; (b) siswa belum mengetahui  tujuan  belajar  matematika;  (c)  siswa  tidak  ingat  dari  ingatan  jangka  panjang  yang  terkait dengan  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang  dipelajari;  (d)  siswa  tidak  mengamati  unsur-unsur perangsang  yang  sesuai  dengan  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang  dipelajari;  (e)  siswa  belum mampu mengolah dan menghubungkan informasi di STM (Short Term Memory) menjadi bermakna pada pola perseptual LTM (Long Term Memory); (f) siswa belum membuktikan melalui suatu prestasi kepada guru  dan  diri  sendiri  bahwa  materi  pelajaran  matematika  telah  dikuasai  serta  memberi  indikasi  bahwa tujuan belajar matematika pada dasarnya  belum tercapai;  (g) siswa mendapat penguatan  (umpan  balik) dari guru apabila prestasinya tepat dan mendapat koreksi apabila prestasinya belum tepat; serta (h) siswa mengerjakan  tugas  tetapi  tidak  mengulang-ulang  kembali  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang dipelajari untuk memantabkan hasil belajar.Kata kunci: analisis, persiapan siswa, tes hasil belajar pelajaran matematika
ANALISIS KESULITAN MEMPELAJARI MATERI LIMIT FUNGSI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 KASIHAN 2013/2014 Rosa Ardiyati; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v5i8.4589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa kelas XI IPA dalam mempelajari materi limit fungsi di SMAN 1 Kasihan. Kesulitan belajar siswa yang diteliti berkaitan dengan pemahaman siswa tentang konsep dan prinsip dalam menyelesaikan persoalan limit fungsi. Dalam penelitian ini subjek penelitian telah mempelajari materi limit fungsi pada pembelajaran di kelas. Materi yang dimaksud adalah limit fungsi aljabar di suatu titik, limit fungsi aljabar di tak hingga, dan limit fungsi trigonometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI PA 1 dan XI IPA 2 yang dipilih berdasarkan kesalahan dan ketercapaian subjek dalam menyelesaikan tes diagnostik materi limit fungsi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes diagnostik tertulis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 49 siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 hanya 3 siswa yang dapat menyelesaikan 8 soal tes dengan benar. Terindentifikasi sebanyak 25,8% siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan limit fungsi yang berkaitan dengan konsep dan prinsip limit fungsi aljabar di suatu titik, 36,05% siswa mengalami kesulitan menyelesaikan persoalan limit fungsi aljabar di tak hingga, dan 71,4% mengalami kesulitan menyelesaikan persoalan limit fungsi trigonomometri. Selain itu teridentifikasi bahwa 26,5% siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan prinsip perhitungan perkalian dan pembagian aljabar.  kata kunci: analisis kesulitan belajar, limit fungsi
CARA-CARA GURU MATA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA KABUPATEN MALINAU Areani Eka Putri; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i4.6972

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  cara-cara  guru  mata  pelajaran  matematika dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa SMA. Penelitian ini merupakan studi eksplorasi dengan  jenis  penelitian  deskriptif.  Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  15  guru  matematika.  studi eksplorasi  ini  dikumpulkan  dengan  pedoman  observasi,  pedoman  wawancara  dan  angket.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara-cara guru mata pelajaran matematika dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar SMA Kabupaten Malinau : a) Guru  mengajar  dengan  sepenuh  hati;  b)  Guru  melakukan  persiapan  dengan  tepat  waktu;  c)  Guru menggunakan  berbagai  metode;  d)  Guru  selalu  membimbing  siswa  secara  personal  maupun kelompok.Kata Kunci : Cara mengajar, minat, prestasi belajar
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) BAGI ANAK TUNARUNGU KELAS VII SLB NEGERI 1 BANTUL TAHUN AJARAN 2015/2016 Elfrida Noviana Dewi; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i3.6661

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  pengembangan  yang  bertujuan  untuk  mengembangkan  alat  peraga berupa untaian manik-manik kayu untuk membelajarkan materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) bagi anak tunarungu kelas VII SLB Negeri 1 Bantul. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas alat peraga yang dikembangkan ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan  6  tahap  kegiatan,  yaitu Analysis  (Nature  of  Analysis  Activities),  Design  (The  Shaping  of  The  Solution), Design (Media Selection), Design (Starting from Target Group Instead Subject of Matter), Evaluation (The Use of Formative Evaluation) dan Implementation. Subjek penelitian ini adalah siswa tunarungu kelas VII SLB Negeri 1 Bantul tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 8 orang. Data penelitian ini meliputi data kualitatif dan data kuantitatif. Pengumpulan  data  tersebut  dilakukan  selama  3  bulan.  Instrumen  penelitian  yang  digunakan  adalah  lembar penilaian  alat  peraga,  lembar  observasi,  lembar  latihan,  pedoman  wawancara,  dan  soal  tes.  Penelitian  ini memperoleh hasil sebagai berikut: (1) alat peraga untaian manik-manik kayu yang dikembangkan dinyatakan valid sebagai alat bantu belajar bagi siswa tunarungu dalam mempelajari kelipatan suatu bilangan, kelipatan persekutuan dua  bilangan,  dan  KPK  dari  dua  bilangan  dengan  mengubah  jenis  manik-manik  menjadi  manik-manik  atom berdasarkan penilaian dari 5 guru Matematika SLB Negeri 1 Bantul yang memperoleh persentase rata-rata 100% dengan  kriteria  sangat  baik;  (2)  alat  peraga  yang  dikembangkan  memenuhi  aspek  praktis  karena  memperoleh persentase sebesar 86,13% dengan kriteria sangat baik; (3) alat peraga yang dikembangkan memenuhi aspek efektif karena ketuntasan klasikal siswa pada materi KPK memperoleh persentase sebesar 78,57% dengan kriteria baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pemenuhan aspek valid, praktis, dan efektif tersebut menjadikan alat peraga untaian manik-manik atom dapat digunakan dengan baik dalam pembelajaran.Kata kunci: alat peraga, kelipatan persekutuan terkecil, anak tunarungu
DEVELOPING MEDIA OF MATHEMATICS LEARNING BASED PROBLEM BASED LEARNING TO LEARN LINE AND ANGLE FOR 7TH JUNIOR HIGH SCHOOL Rofiah Yusuf; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i7.7868

Abstract

This research was about development research that had purpose to make product and describethe quality of product that must fulfill aspect of validity, practicality, and effectiveness. The productconsisted of student worksheet and visual aid (frame of line and angel) based on Problem BasedLearning approach to learn mathematics material about line and angle especially in basic competence3.13 and 4.13 for 7th grade of junior high school.This development research used Plomp methods with 5 phases such as phase of preliminaryinvestigation, phase of design, phase of realization or construction, phase of test, evaluation, andrevision, and phase of implementation. Subject of this research was 32 students of 7th grade of juniorhigh school 1 Mlati with 90,62% of students passed school grade value, it meaned learning objectiveswere achieved.The result of this development research were: (1) product was valid to help students learnabout line and angle, basic competence 3.13 and 4.13; (2) product was practise to help teacher andstudents in learning process; (3) product was effective with achieved of learning objectives. Thisproduct was valid, practice, and effective so it could be implemented in learning process.Key words: line and angle, worksheet and visual aid (frame of line and angle), Problem BasedLearning, Plomp methods.
ERROR ANALYSIS OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SOLVING THE PROBLEMS OF STRAIGHT LINE ON THE COORDINATE PLANE Bonaventura Wastu Sotyagung; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i1.5973

Abstract

Problem-solving  ability  is  an  ability  that  must  be  had  by  students  to  complete  the  issue  of  straight-line equation. The capability of understanding the concepts and settlement procedures is absolutely necessary. The low absorptive capacity on the national exam and the previous  studies indicate the  magnitude of the inability of the students to solve the problems of a straight-line topic. Therefore, an analysis of the student’s errors is needed to know the forms of the existing errors as a reference in the improvement of the learning.This study aims to determine the forms of errors made by the students in solving the problems of straight line on the coordinate plane. The errors of the completion were classified into the conceptual and procedural errors. The errors were assessed using the indicators of conceptual and procedural errors proposed by Kastolan. This research is a quantitative study. The instrument used was the essay test about the straight-line equation materials.The research resulted in the data of the forms of conceptual and procedural errors committed by the students in solving the problems of the essay test about the straight-line equation. The procedural errors found were in the forms of: a) errors in determining the formulas or theorems or definitions to solve a problem, made by 16,87% of students, b) the use of formulas, theorems, or definitions which did not match the prerequisite conditions for the application of them, made by 5,24% of students, and c) the absence of the formulas, theorems, or definitions of a problem, made by 30,77% of students. Meanwhile, the conceptual errors found were in the forms of: a) the steps of problem solving which were not hierarchically structured, made by 3,32% of students and b) an error or an inability to manipulate the steps to solve a problem, made by 48,25% of students.