Gunawan Tambunsaribu
Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MASALAH YANG DIHADAPI PELAJAR BAHASA INGGRIS DALAM MEMAHAMI PELAJARAN BAHASA INGGRIS Gunawan Tambunsaribu; Yusniaty Galingging
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i1.3110

Abstract

Abstrak Dalam proses mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia sampai sekarang masih tetap menjadi momok bagi sebagian besar pelajar di Indonesia. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan para pelajar dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini berguna bagi para pengajar bahasa Inggris untuk menemukan solusi untuk menangani kesulitan-kesulitan yang dialami para pelajar bahasa Inggris. Ada tiga (3) jenis masalah dalam penelitian ini, yaitu 1) Materi pelajaran manakah yang menjadi kesulitan utama para mahasiswa selama proses pembelajaran bahasa Inggris semenjak mereka belajar belajar bahasa Inggris?; 2) Faktor apa sajakah yang menyebabkan mahasiswa merasa sulit dalam mempelajari bahasa Inggris sampai saat ini?; dan 3) Adakah pengalaman buruk yang mereka dapatkan dari pengajar bahasa Inggris sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran bahasa Inggris? Metode yang dipakai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer dalam penelitian ini adalah 400 responden yang mengisi kuesioner dan juga memberikan pernyataan pada proses interview. Hasil dari penelitian ini menginformasikan bahwa materi pelajaran bahasa Inggris yang sulit dipelajari oleh mahasiswa mulai dari tingkat paling sulit diantaranya; Grammar (66%), Speaking (22%), Listening (7%), Writing (4%), dan Reading (1%). Para responden memberitahukan bahwa sangat besar pengaruh guru atau pengajar terhadap kemampuan mereka dalam menguasai belajar Bahasa Inggris. Penulis mengelompokkan masalah yang mereka hadapi dari guru/pengajar ke dalam 3 kategori umum, yaitu, 1) Guru bersikap tidak menyenangkan; 2) Metode pengajaran guru kurang interaktif atau pasif; dan 3) Guru tidak ahli mengajar pelajaran bahasa Inggris. Penulis mengelompokkan faktor internal penyebab masalah ke dalam tiga kategori umum, yaitu a) Mereka menganggap bahasa Inggris itu membingungkan (77%); b) Mereka tidak suka pelajaran bahasa Inggris (15 %); dan c) Mereka mengatakan bahwa bahasa Inggris itu tidak penting (8%). Kata Kunci: Kesulitan belajar bahasa Inggris, Permasalahan belajar bahasa Inggris, faktor eksternal dan internal Abstract Learning English as a foreign language still becomes a burden for most students in Indonesia. The main goal of this research is to find out some of the main problems Indonesian students face in learning English. There are three problems in this research, namely: 1) what topic is the most difficult for the students to understand since they learned English for the first time until now? 2) What are the factors which cause them difficulty to understand English topics until now? and 3) was there any bad experience they had in learning English that made them difficult to understand English topics? The researcher used the qualitative descriptive method in conducting this research. The primary data are from the questionnaires and the interview results from the respondents. There are 400 respondents, college students, who participated in this research. The analysis includes graphs related to data taken from the questioners and a brief explanation based on the interview session. This researcher found out that the English topics that are still difficult to understand by the students are as follows; Grammar (66%), Speaking (22%), Listening (7%), Writing (4%), and Reading (1%). The researcher classifies all the problems faced by the respondents in learning English into three general problems are: 1) The teacher had an uncomfortable attitude; 2) The teaching methods from the English teacher is passive; 3) the English teacher does not have enough knowledge in English. The researcher also classified the internal factors that make the students difficult to learn English into three main categories. They are; 1) the students think that the English lesson is confusing (77%); 2) They do not like English (15 %); 3) They said English skill is not important to them (8%). It is hoped that this research results can be helpful for English teachers as a piece of important information related to their students’ problems and the factors that make them difficult to learn and understand English. It can also reflect that English teachers generally related to their skills and methods in teaching English. Keywords: Problems in Learning English, English Topics; Internal and External factors
PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON Yusniaty Galingging; Gunawan Tambunsaribu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i1.3112

Abstract

Abstrak Bidang penerjemahan pada era globalisasi ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dikuasai. Melalui penguasaan teori penerjemahan berbagai kajian terjemahan dapat dilakukan. Tulisan ini akan membicarakan dua penulis teori penerjemahan, yaitu Mildred Larson dan Peter Newmark. Kedua penulis ini membahas teori penerjemahan yang sering dirujuk pada mata kuliah penerjemahan oleh mahasiswa fakultas Sastra UKI. Dalam teorinya, ditemukan bahwa mereka menggunakan istilah yang sama, yaitu penerjemahan idiomatis. Istilah yang sama ini tidak secara serta merta dipahami mempunyai maksud yang sama, oleh karena itu perlu dikaji lebih dalam untuk mengetahui makna dari istilah tersebut. Apa yang dimaksud Larson dengan penerjemahan idiomatis dan yang dimaksud Newmark tidaklah sama. Tulisan ini dimaksudkan menguraikan istilah penerjemahan idiomatis oleh Newmark dan Larson dalam metode penerjemahan mereka. Menurut Larson, penerjemahan idiomatis adalah penerjemahan yang menggunakan bentuk gramatikal dan leksikal yang natural dari bahasa sasaran. Selain itu penerjemahan idiomatis merupakan penerjemahan yang harus dicapai oleh seorang penerjemah. Sementara itu, menurut Newmark penerjemahan idiomatis bukanlah tujuan yang harus dicapai oleh seorang penerjemah karena penerjemahan ini menggunakan kata-kata sehari-hari dalam terjemahannya dan juga menggunakan idiom-idiom yang tidak ditemukan pada teks sumber. Kata kunci: penerjemahan, teori penerjemahan, penerjemahan idiomatis, metode penerjemahan, jenis-jenis penerjemahan. Abstract The field of translation in this globalization era is a very useful knowledge to be mastered. By mastering the translation theory, various translation studies can be carried out. This paper will discuss two authors of translation theory, namely Mildred Larson and Peter Newmark. These two authors discuss translation theory, often referred to in translation classes, in the Faculty of Letters of UKI. Both of them use the same term, namely idiomatic translation. This same term should not be automatically understood as to have the same purpose; therefore, it is necessary to understand the meaning of the term. What Larson meant by idiomatic translation and what Newmark meant were not equally the same. This paper is intended to describe the term idiomatic translation by Newmark and Larson in their translation theory. According to Larson, idiomatic translation is a translation that uses the natural grammatical and lexical forms of the target language. Besides, idiomatic translation is a goal that a translator must achieve. Meanwhile, for Newmark, since this method uses colloquialisms and idioms that are not found in the original text, the idiomatic translation is not the translation's goal. Keywords: translation, translation theory, idiomatic translation, translation methods, kinds of translation.