Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN NILAI HEMOGLOBIN PADA DONOR PEROKOK AKTIF DAN BUKAN PEROKOK DI UDD PMI KOTA SEMARANG Anna Kartika Yuli Astuti; Subekti Subekti; Galih Hari Wijaya
Jurnal Pranata Biomedika Vol 1, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v1i2.5047

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat pertama angka perokok laki-laki usia produktif antara 20-40 tahun yaitu sebesar 70,5%. Kebiasaan merokok mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan dan juga dapat berpengaruh pada kadar hemoglobin. Beberapa penelitian menyatakan bahwa  pada perokok ditemukan karbon monoksida yang mengikat hemoglobin yang disebut carboxyhemoglobin.  Dimana carboxyhemoglobin adalah suatu bentuk hemoglobin yang tidak aktif serta tidak memiliki daya dukung oksigen. Sebagai kompensasi penurunan pengiriman kapasitas oksigen tersebut terjadi peningkatan hemoglobin yang lebih tinggi. Pada darah donor, kadar hemoglobin berperan penting dalam menentukan kualitas produk darah yang dihasilkan. Angka penolakan donor di Unit Donor Darah PMI Kota Semarang pada tahun 2020 karena nilai hemoglobin tidak memenuhi standar  sangat tinggi yaitu mencapai 10.598 orang.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai hemoglobin pada pendonor  perokok aktif dan pendonor bukan perokok di UDD PMI Kota Semarang.Metode : Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif komparatif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 dengan rincian 45 pendonor perokok dan 45 pendonor bukan perokok. Data yang dikumpulkan berupa nilai hemoglobin dan status pendonor perokok atau bukan perokok. Analisis data secara univariate dan bivariate.Hasil : Rata-rata nilai hemoglobin pendonor perokok yaitu 14,84 gr/dl dengan standar deviasi 1,20 lebih tinggi daripada nilai hemoglobin pendonor bukan perokok yaitu 13,98 gr/dl dengan standar deviasi 0,91. Berdasarkan uji statistika menggunakan uji independent sample t-test dari nilai hemoglobin pada  pendonor perokok dan bukan perokok memiliki nilai p = 0,000.Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan antara nilai hemoglobin pada pendonor perokok dan bukan perokok.
Peningkatan Kopetensi K3 Bidang Kesehatan Kerja pada Keterampilan P3k Bagi Karyawan Perusahaan Mugiyanto; Muhammad Ulin Nuha; Rina Puspita; Anna Kartika Yuli Astuti
JURNAL INOVASI HASIL PENGABDIAN (JIHAN) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Hasil Pengadian (JIHAN)
Publisher : 3026-1791

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/4t3beh34

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu faktor krusial dalam menjaga produktivitas perusahaan  dan melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja. Bilamana kecelakaan dan penyakit akibat kerja terjadi dilingkungan kerja. Maka tidak sedikit kerugian yang harus di tanggung oleh Perusahaan, mulai dari kerugian waktu yang hilang karena berhenti operasional produksi, kerugian sumber daya manusia karena sakit bahkan cacat, kerugian finansial bahkan sampai dengan kerugian nama baik Perusahaan. Dimana hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada hasil produktifitas Perusahaan yang akan menurun. Oleh sebab itulah untuk meminimalisir hal-hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis karyawan mengenai kesehatan kerja serta tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Mitra dalam kegiatan ini adalah PT. Prasetya Makmur Indonesia dengan sasaran peserta sebanyak 14 orang karyawan. Metode pelaksanaan dilakukan secara luring meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi praktik diagnosa serta pertolongan pertama selama 2 hari. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 100% dengan antusiasme tinggi selama sesi praktik. Selain peningkatan kompetensi individu, kegiatan ini juga memperkuat efisiensi operasional mitra melalui kepemilikan tenaga terampil P3K. Disimpulkan bahwa pembinaan ini efektif membekali karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan zero accident