Andreas Y Sutrisno
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Rasio Keuangan Pada PT. Buana Mekar Mandiri Sangatta Tahun 2011-2013 Andreas Y Sutrisno; Veti Vebriani
Tinta Nusantara 2018 Vol.1 Vol 2 No 1 (2016): JURNAL TINTA NUSANTARA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55770/tn.v2i1.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio keuangan PT Buana Mekar Mandiri sangatta apakah tahun 2011 lebih baik dari tahun 2012, apakah tahun 2011 lebih baik dari tahun 2013, dan apakah tahun 2012 lebih baik dari tahun 2013. Dari hasil analisis pembahasan yang dilakukan penulis, secara umum dari delapan indikator rasio keuangan berada pada skorkurang maksimal yaitu current rasio, quick rasio yang meskipun masih dikatakan sehat tetapi dari tahun 2011 sampai tahun 2012 current rasio mengalami kenaikan dari 4,8 menjadi 10,4 dan quick rasio mengalami kenaikan dari 3,3 menjadi 3,8, sedangkan dari tahun 2012 sampai 2013 current rasio mengalami penurunan dari 10,4 menjadi 1,9 dan quick rasio mengalami penurunan dari 3,8 menjadi 1,6, Debt to equity rasio, TD capital assets yang meskipun masih dikatakan sehat tetapi dari tahun 2011 sampai tahun 2012 debt to equity rasio mengalami kenaikan dari 09 menjadi 1,7 dan TD capital assets mengalami kenaikan dari 0,9 menjadi 1,2, sedangkan dari tahun 2012 sampai 2013 debt to equity rasio mengalami penurunan dari 1,7 menjadi 1,5 dan TD capital assets mengalami penurunan dari 1,2 menjadi 0,8. Total assets turnover menunjukkan kinerja perusahaan mengalami penurunann dari 4,5 menjadi 4,4 dan menjadi 3,7, receivable turnover dari tahun 2011 sampai tahun 2012 mengalami penurunan dari 1,1 menjadi 1,03, sedangkan dari tahun 2012 sampai 2013 mengalami kenaikan dari 1,03 menjadi 1,6, ROI dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 menunjukkan kinerja perusahaan mengalami penurunan.