Pompong B. Setiadi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Integritas Dan Pengembangan Karir Melalui Job Crafting Terhadap Kinerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Moch. Andies Prijambodo; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.601

Abstract

Penelitian ini fokus pada dampak integritas dan pengembangan karir melalui job crafting terhadap kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner yang didistribusikan kepada pegawai Inspektorat di Provinsi Jawa Timur. Melalui analisis statistik, penelitian ini membahas hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa integritas dan pengembangan karir memiliki pengaruh signifikan terhadap job crafting. Secara bersama-sama, faktor-faktor ini memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai di Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Job crafting diidentifikasi sebagai variabel mediasi yang memainkan peran kunci dalam menghubungkan efek integritas dan pengembangan karir, sehingga meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajemen di Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kinerja pegawai melalui upaya yang lebih terfokus pada pengembangan integritas, pengembangan karir, dan penerapan praktik job crafting. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu merancang strategi manajemen yang lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan pegawai di lingkungan kerja tersebut.
Pengaruh Pengawasan Perencanaan Dan Penganggaran Yang Responsive Gender (PPRG) Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Dan Kenyamanan Kerja Sebagai Variable Mediasi Asri Prasastiana; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Pengawasan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) terhadap kinerja karyawan, dengan mempertimbangkan disiplin kerja dan kenyamanan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari sejumlah karyawan dalam berbagai organisasi dengan berbagai jenis kelamin. Hasil analisis data menunjukkan bahwa PPRG memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan kerja karyawan, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara PPRG dan kinerja. Selain itu, kenyamanan kerja juga terbukti memediasi hubungan antara PPRG dan kinerja karyawan. Hasil ini menunjukkan bahwa PPRG yang responsif terhadap gender dapat meningkatkan disiplin kerja dan kenyamanan kerja karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja mereka. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi manajer dan pimpinan organisasi dalam memahami bagaimana pengawasan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dapat memengaruhi kinerja karyawan melalui disiplin kerja dan kenyamanan kerja. Dengan memperhatikan isu-isu gender dalam praktik manajemen, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mendukung, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan karyawan.
Dampak Keterlambatan Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Dan Kepuasan Kerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Asprianto Asprianto; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak keterlambatan tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur melalui motivasi dan kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan tunjangan kinerja memiliki dampak negatif terhadap motivasi dan kepuasan kerja pegawai Inspektorat. Motivasi dan kepuasan kerja juga terbukti memiliki peran mediator dalam hubungan antara keterlambatan tunjangan kinerja dan kinerja pegawai. Dengan kata lain, keterlambatan tunjangan kinerja tidak hanya secara langsung mempengaruhi kinerja, tetapi juga melalui pengaruhnya terhadap motivasi dan kepuasan kerja.
Pengaruh Pemberian Tunjangan Kinerja Dan Fasilitas Kerja Terhadap Optimalisasi Kinerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Dengan Motivasi Sebagai Mediasi Sony Hendra Dharmawan; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pemberian tunjangan kinerja dan fasilitas kerja terhadap optimalisasi kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur, dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan responden dari berbagai tingkatan di Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara acak kepada pegawai yang terlibat. Hasil analisis data menggunakan metode regresi linear berganda menunjukkan bahwa pemberian tunjangan kinerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap optimalisasi kinerja pegawai. Begitu juga dengan fasilitas kerja, yang juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, motivasi terbukti memediasi hubungan antara pemberian tunjangan kinerja dan fasilitas kerja dengan optimalisasi kinerja pegawai. Penemuan ini memberikan implikasi praktis bahwa manajemen Inspektorat Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan kinerja pegawai dengan memperhatikan pemberian tunjangan kinerja dan penyediaan fasilitas kerja yang memadai. Selain itu, meningkatkan motivasi pegawai juga menjadi faktor penting untuk mencapai optimalisasi kinerja yang diinginkan.
Pengaruh Sanksi Pemotongan Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Dan Motivasi Kerja Sebagai Variable Mediasi Umu Kholifah; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari penerapan sanksi pemotongan tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai, dengan mempertimbangkan disiplin dan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan responden dari berbagai tingkatan di suatu organisasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada pegawai yang terlibat, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sanksi pemotongan tunjangan kinerja memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, disiplin dan motivasi kerja terbukti menjadi mediator dalam hubungan antara sanksi pemotongan tunjangan kinerja dan kinerja pegawai. Dalam konteks ini, disiplin berperan dalam mengelola perilaku pegawai, sedangkan motivasi kerja menjadi faktor penentu yang mendorong pegawai untuk mencapai kinerja optimal. Temuan ini memiliki implikasi terhadap manajemen sumber daya manusia dan kebijakan organisasi. Sanksi pemotongan tunjangan kinerja sebaiknya diterapkan dengan bijaksana, sambil memperhatikan peran disiplin dan motivasi kerja dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, pendekatan holistik terhadap manajemen kinerja diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan upaya peningkatan kinerja pegawai.
Pengaruh Integritas Dan Pengembangan Karir Melalui Job Crafting Terhadap Kinerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Moch. Andies Prijambodo; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.601

Abstract

Penelitian ini fokus pada dampak integritas dan pengembangan karir melalui job crafting terhadap kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner yang didistribusikan kepada pegawai Inspektorat di Provinsi Jawa Timur. Melalui analisis statistik, penelitian ini membahas hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa integritas dan pengembangan karir memiliki pengaruh signifikan terhadap job crafting. Secara bersama-sama, faktor-faktor ini memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai di Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Job crafting diidentifikasi sebagai variabel mediasi yang memainkan peran kunci dalam menghubungkan efek integritas dan pengembangan karir, sehingga meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajemen di Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kinerja pegawai melalui upaya yang lebih terfokus pada pengembangan integritas, pengembangan karir, dan penerapan praktik job crafting. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu merancang strategi manajemen yang lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan pegawai di lingkungan kerja tersebut.
Pengaruh Pengawasan Perencanaan Dan Penganggaran Yang Responsive Gender (PPRG) Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Dan Kenyamanan Kerja Sebagai Variable Mediasi Asri Prasastiana; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Pengawasan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) terhadap kinerja karyawan, dengan mempertimbangkan disiplin kerja dan kenyamanan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari sejumlah karyawan dalam berbagai organisasi dengan berbagai jenis kelamin. Hasil analisis data menunjukkan bahwa PPRG memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan kerja karyawan, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara PPRG dan kinerja. Selain itu, kenyamanan kerja juga terbukti memediasi hubungan antara PPRG dan kinerja karyawan. Hasil ini menunjukkan bahwa PPRG yang responsif terhadap gender dapat meningkatkan disiplin kerja dan kenyamanan kerja karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja mereka. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi manajer dan pimpinan organisasi dalam memahami bagaimana pengawasan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dapat memengaruhi kinerja karyawan melalui disiplin kerja dan kenyamanan kerja. Dengan memperhatikan isu-isu gender dalam praktik manajemen, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mendukung, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan karyawan.
Dampak Keterlambatan Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Dan Kepuasan Kerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Asprianto Asprianto; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak keterlambatan tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur melalui motivasi dan kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan tunjangan kinerja memiliki dampak negatif terhadap motivasi dan kepuasan kerja pegawai Inspektorat. Motivasi dan kepuasan kerja juga terbukti memiliki peran mediator dalam hubungan antara keterlambatan tunjangan kinerja dan kinerja pegawai. Dengan kata lain, keterlambatan tunjangan kinerja tidak hanya secara langsung mempengaruhi kinerja, tetapi juga melalui pengaruhnya terhadap motivasi dan kepuasan kerja.
Pengaruh Pemberian Tunjangan Kinerja Dan Fasilitas Kerja Terhadap Optimalisasi Kinerja Pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur Dengan Motivasi Sebagai Mediasi Sony Hendra Dharmawan; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pemberian tunjangan kinerja dan fasilitas kerja terhadap optimalisasi kinerja pegawai Inspektorat Provinsi Jawa Timur, dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan responden dari berbagai tingkatan di Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara acak kepada pegawai yang terlibat. Hasil analisis data menggunakan metode regresi linear berganda menunjukkan bahwa pemberian tunjangan kinerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap optimalisasi kinerja pegawai. Begitu juga dengan fasilitas kerja, yang juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, motivasi terbukti memediasi hubungan antara pemberian tunjangan kinerja dan fasilitas kerja dengan optimalisasi kinerja pegawai. Penemuan ini memberikan implikasi praktis bahwa manajemen Inspektorat Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan kinerja pegawai dengan memperhatikan pemberian tunjangan kinerja dan penyediaan fasilitas kerja yang memadai. Selain itu, meningkatkan motivasi pegawai juga menjadi faktor penting untuk mencapai optimalisasi kinerja yang diinginkan.
Pengaruh Sanksi Pemotongan Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Dan Motivasi Kerja Sebagai Variable Mediasi Umu Kholifah; Pompong B. Setiadi; Fanny Dwi P
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 1 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari penerapan sanksi pemotongan tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai, dengan mempertimbangkan disiplin dan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan responden dari berbagai tingkatan di suatu organisasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada pegawai yang terlibat, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sanksi pemotongan tunjangan kinerja memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, disiplin dan motivasi kerja terbukti menjadi mediator dalam hubungan antara sanksi pemotongan tunjangan kinerja dan kinerja pegawai. Dalam konteks ini, disiplin berperan dalam mengelola perilaku pegawai, sedangkan motivasi kerja menjadi faktor penentu yang mendorong pegawai untuk mencapai kinerja optimal. Temuan ini memiliki implikasi terhadap manajemen sumber daya manusia dan kebijakan organisasi. Sanksi pemotongan tunjangan kinerja sebaiknya diterapkan dengan bijaksana, sambil memperhatikan peran disiplin dan motivasi kerja dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, pendekatan holistik terhadap manajemen kinerja diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan upaya peningkatan kinerja pegawai.