Johanis Panggeso
Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI ANTAGONIS JAMUR TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN PATOGEN SCLEROTIUM ROLFSII SAC PENYEBAB BUSUK BATANGNILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) Putrizia Zulham; Johanis Panggeso
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 2 (2021): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit busuk batang yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii merupakan salah satu penyakit pada tanaman nilam. Jamur patogen ini juga dapat menyebabkan penyakit seperti layu dan rebah kecambah. Jamur ini dapat bertahan lama dalam bentuk sklerotia di dalam tanah, pupuk kandang dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting dalam menghasilkan devisa negara. Minyaknya bernilai ekonomi tinggi, dapat digunakan sebagai fiksatif dalam industri parfum dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur Trichoderma sp. dan Trichoderma Harzianum dalam mengendalikan patogen penyebab busuk batang secara invitro Sclerotium rolfsii pada tanaman nilam. Penelitian ini di lakukan di Labolatorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini mulai bulan Maret 2020 sampai September 2020. Variabel penelitian ini yaitu mengukur diameter koloni dan persentase daya hambat S. rolfsii. Penelitian menggunakan Uji-t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari dua perlakuan yang digunakan. Hasil persentase penghambatan pada jamur Trichoderma sp. dan T. harzianum terhadap pertumbuhan S. rolfsii masing-masing perlakuan memberikan pengaruh nyata dalam menghambat pertumbuhan S. rolfsii. Kedua jamur antara Trichoderma sp. dan T. Harzianum tidak memiliki perbedaan dalam menghambat pertumbuhan patogen S. rolfsii.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR(Moringa oleifera) DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium oxysporum SECARA IN-VITRO Jeni Ayu Sri Lestari; Johanis Panggeso
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium Ascolanicum) merupakan tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Penurunan produksi bawang merah salah satunya di sebabkan oleh serangan penyakit layu fusarium yang di sebabkan jamur sehingga tanaman mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kelo dalam menekan pertumbuhan fusarium oxysprum. Metode penelitian ini menggunakan rancagan acak lengkap (RAL) satu faktor 6 perlakuan3 kali ulangan. Pengujian aktivitas jamur di lakukan dengan metode kosentrasi 0%, 1%, 2%, 3%,4% dan 5%. Prosedur pembuatan media menggunakan potato dexrosa agar (PDA). Pengujian ini terlebih dahulu mengukur ekstrak cair daun kelor sesuai perlakuan, selanjutnya dimasukan ke dalam erlemeyer yang telah di campurkan dengan nedia yang sudah dicairkan, lalu di vorteks untuk menghomogen ekstrak cair daun kelor. Kemudian dicampurkan lagi media PDA sebanyak 100 ml, dimasukan ke dalam laminar air flow, terakhir menyediakan cawan petri sebanyak 18 buah lalu diletakan bersama dengan alat yang digunakan. Dari hasil yang didapatkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor pada media PDA dengan kosentrasi tertinggi 5%, merupakan kosentrasi terbaik dalam menekan pertumbuhan jamur fusarium oxysporum pada bawang merah secara in-vitro serta memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni dan daya hambat fusarium oxysporum
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR (Morianga Oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR(Colletotrichum capsici) PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI SECARA In-Vitro Amira Amira; Johanis Panggeso
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antraknosa pada buah cabai yang disebabkan oleh Collectotrichum capsici dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas buah cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera Lamck.) yang efektif sebagai daya hambat dalam menekan pertumbuhan jamur Collectotrichum capsici penyebab antraknosa pada tanaman cabai rawit secara in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri atas 6 taraf konsentrasi, yaitu 0%, 0,1%; 0.2%: 0,3%; 0,4%; dan 0,5% dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan, degan pengujian in-vitro. Dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, jika hasil uji menujukan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian secara in-vitro menujukan bahwa pemberian ekstrak daun kelor 0,5% berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan diameter koloni dan persentase daya hambat jamur Colletotrichum Capsici.