Rahmi Rahmi
Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum frutescens L) PADA PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN MULSA Fifi Mukaroma; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu komoditi sayuran yang strategis untuk dikembangkan karena memiliki tingkat ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan pengaruh vermikompos, beragam mulsa serta interaksi keduanya dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai, mendapatkan dosis vermikompos yang baik dan mendapatkan jenis mulsa yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian ini dilakukan di Lahan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yaitu dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Berikut perlakuan yang digunakan: faktor 1, V0= tanpa vermikompos, V1= vermikompos 10 ton/ha-1 setera dengan (6,4 kg/petak-1), V2= vermikompos 20 ton/ha-1 setara dengan (12,8 kg/petak-1) dan faktor 2, M0= tanpa mulsa, M1= mulsa jerami padi, M2= mulsa plastik hitam perak. Bibit cabai merah ditanam dengan jarak 40 cm x 50 cm di petakan dengan ukuran 2 m x 3,2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang. Perbedaan jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah. Interaksi vermikompos dan beragam mulsa berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan jumlah cabang tanaman cabai merah. Dosis vermikompos sebanyak 20 ton/ha-1 (12,8 kg/petak-1) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa vermikompos. Mulsa jerami padi memberikan hasil yang lebih baik terhadap jumlah buah percabang, berat buah percabang dan total berat buah pertanaman, dibandingkan dengan mulsa plastik hitam perak, tetapi tidak berbeda dengan perlakuan tanpa mulsa.
EFEKTIFITAS MIKROBA EPIFIT PADA PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI GOGO LOKAL Ismail Ismail; Andi Ete; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas mikroba epifit terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif padi gogo lokal. Penelitian ini adalah penelitian lanjutan yang dilaksanakan di Laboratorium hama dan penyakit dan Laboraorium Bioteknologi Fakultas pertanian Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. dilaksanakan mulai dari persiapan hingga proses pertumbuhan sampai vegetatif tanaman padi gogo lokal dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai bulan januari 2018. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Adapun perlakuan yang dicobakan yakni berbagai sumber isolat mikroba epifit (SE). SE0 : Sumber nol tanpa mikroba. SE4 : Sumber empat isolat mikroba epifit pada lokasi desa marena dengan ketinggian 628,7 m dpl. SE5 : Sumber lima isolat mikroba epifit pada lokasi desa marena dengan ketinggian 596,2 m dpl. SE8 : Sumber delapan isolat mikroba epifit pada lokasi desa winatu dengan ketinggian 957,3 m dpl. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian mikroba epifit berpengaruh nyata terhadap pengamatan panjang Plumula, panjang Radikula dan saat munculnya bunga. Pemberian mikroba epifit tidak berpengaruh terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun dan bagan warna daun.
ANALISIS PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG UNGU PADA BERBAGAI KONSENTRASI NaCl Fatkhur Robani; Faturrahman Faturrahman; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to investigate how salinity stress, specifically the addition of NaCl, affects the growth of purple corn plants. The study was conducted between August and November 2020 at the Seed Science Laboratory and Screen house, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, and employed a completely randomized design (CRD) with four treatments. The treatments included a control group with no NaCl added (N1), and three experimental groups with increasing levels of NaCl concentration: 1,500 ppm (N2), 3,500 ppm (N3), and 4,500 ppm (N4). Each treatment was replicated five times, making up a total of 20 experimental units. The results of the study indicated that the addition of NaCl had a significant effect on the total dried weight of the purple corn plants. Salinity stress caused poor growth or inhibition of the vegetative organs of the purple corn plants. The study found that the tolerant limit for purple corn to grow in terms of NaCl concentration was 3,500 ppm. Overall, this study provides insights into how salinity stress, specifically through the addition of NaCl, can impact the growth of purple corn plants. The findings suggest that excessive salinity levels can significantly affect plant growth, and that there is a threshold limit for NaCl concentration beyond which the plants become less tolerant.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC NASA)TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Supyandi Supyandi; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (lactuca sativa L.) dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah. Penelitian ini di laksanakan kurang lebih 2 bulan, dari bulan februari 2021 sampai maret 2021, yang bertempat di green house, fakultas pertanian, universitas tadulako, palu sulawesi tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)satu Faktor , yaitu perlakuan konsentrasi pupuk organik cair NASA yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu, kontrol tanpa POC NASA (K0), pemberian POC NASA 2ml/L air (K1), pemberian POC NASA 4ml/L air (K2), pemberian POC NASA 6ml/L air (K3), pemberian POC NASA 8ml/L air (K4). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan dua polybag, dengan demikian total yang digunakan sebanyak 30 polybag. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pemberian pupuk organik cair POC NASA berpengaruh lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan pemberian pupuk cair POC NASA pada semua parameter pengamatan pertumbuhan tanaman selada (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, berangkasan basah total, berat bagian atas akar dan berat akar) dan pada hampir semua waktu pengamatan, kecuali hanya pada umur 7 HST pada parameter pertumbuhan panjang daun dan lebar daun tanaman selada.