Khairunnisa Fadhilla Ramdhania
Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teori Design Thinking Pada Kegiatan Upgrading Organisasi Remaja Masjid Di Jatiasih Bekasi Siti Setiawati; Khairunnisa Fadhilla Ramdhania
Journal Of Computer Science Contributions (JUCOSCO) Vol. 1 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jucosco.v1i2.690

Abstract

Penyebaran Covid-19 menjadi kegelisahan dan kekhawatiran banyak kalangan. Hampir semua aktifitas dibatasi demi menekan angka kematian akibat wabah ini. Untuk itulah kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan bentuk Tri Dhrama Perguruan Tinggi, dilakukan secara daring dengan objek penelitiannya adalah para pemuda remaja masjid di perumahan Jatiasih Bekasi. Tujuan dari pelatihan ini untuk membentuk pola berpikir kreatif dan produktif dalam berorganisasi dengan menerapkan teori Design Thinking. Metode yang digunakan adalah memberikan workshop mengenai konsep design thinking yang sedang booming di kalangan pemuda. Biasanya konsep ini digunakan dalam dunia bisnis, namun kali ini diaplikasikan dalam organisasi agar para remaja bisa berkembang dengan memiliki empati yang besar terhadap lingkungannya, inilah yang menjadi inti dari teori design thinking. Selain itu, para pemuda remaja masjid Taman Jatisari Permai diberikan pelatihan bagaimana cara membuat proposal kegiatan agar kelak jika mereka mempunyai acara-acara besar, para remaja masjid paham cara mencari sponsor jika ingin mengadakan suatu kegiatan dengan menyusun proposal kegiatan dengan baik dan benar. Hasil dari PKM ini para peserta terlihat sangat antusias berdiskusi dengan munculnya beberapa pertanyaan pada saat acara berlangsung.
Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pendidikan Al-Quran di Yayasan Nurul Qurani Bekasi Andy Achmad Hendharsetiawan; Rafika Sari; Aida Fitriyani; Khairunnisa Fadhilla Ramdhania; Rakhmi Khalida; Lisa Adhani
Journal Of Computer Science Contributions (JUCOSCO) Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/tejpxq86

Abstract

Artificial intelligence literacy is increasingly relevant to Quranic education, especially for supporting recitation practice, memorization, and access to learning resources. This community service program aimed to strengthen the conceptual understanding and responsible use of artificial intelligence among students and educators at the Nurul Qurani Islamic Da'wah and Education Foundation in Bekasi City. The activity was conducted on 29 December 2025 through preliminary coordination, material preparation, an interactive presentation, demonstrations of Qaraa and ngaji.ai, guided discussion, and descriptive evaluation. Data were obtained from facilitator observations, oral questions and answers, participant responses during demonstrations, field notes, and activity documentation. The program introduced basic artificial intelligence, machine learning, generative artificial intelligence, speech recognition, potential applications in Quranic learning, and ethical issues. Qualitative findings indicate that participants were able to recognize the distinction between artificial intelligence as a supporting tool and the irreplaceable pedagogical and spiritual role of teachers. Participants also identified opportunities for immediate feedback, independent repetition, learning progress monitoring, and semantic information retrieval, while acknowledging limitations related to accuracy, privacy, bias, and unverified religious information. The originality of this program lies in contextualizing artificial intelligence literacy within Quranic education and combining technical demonstrations with ethical and religious verification principles. Future programs should add validated pre-test and post-test instruments, longer hands-on practice, and structured mentoring for educators.