Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas modal, intensitas persediaan dan tingkat utang terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan Microsoft Excel dan software Eviews 13. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 40 perusahaan dari total 133 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan intensitas modal, intensitas persediaan dan tingkat utang berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Secara parsial, intensitas modal tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak, sedangkan intensitas persediaan dan tingkat utang berpengaruh terhadap penghindaran pajak. This study aims to determine the effect of capital intensity, inventory intensity, and debt level on tax avoidance. This study uses a quantitative method with secondary data. The data analysis method used is panel data regression with the help of Microsoft Excel and Eviews 13 software. The population in this study is all non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021-2025. Sampling was conducted using a purposive sampling method, resulting in 40 companies from a total of 133 companies that meet the research criteria. The results show that capital intensity, inventory intensity, and debt level simultaneously influence tax avoidance. Partially, capital intensity has no effect on tax avoidance, while inventory intensity and debt level do.