Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIPROLIFERATIF DAN INDUKSI APOPTOSIS EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) TERHADAP SEL MCF-7 Inanda Damantia; Muhammad Da’i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.90

Abstract

Rimpang lengkuas telah diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji adanya aktivitas antikanker ekstrak etanol lengkuas dengan menghambat pertumbuhan sel kanker, menekan proliferasi sel kanker, dan memacu apoptosis sel kanker. Ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) diperoleh dari proses ekstraksi serbuk rimpang lengkuas menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay dan menggunakan 5 kadar seri konsentrasi, yaitu 500; 250; 125; 62,5; dan 31,25 μg/mL. Hasil uji sitotoksik menunjukkan nilai IC50 sebesar 706,75 μg/mL. Pengamatan pada penghambatan pertumbuhan sel melalui kinetika proliferasi sel dilakukan dengan uji antiproliferatif pada jam ke-24, 48, dan 72. Metode yang digunakan pada uji antiproliferatif adalah doubling time. Hasil doubling time menunjukkan pada konsentrasi sampel tertinggi yaitu 500 μg/mL sebesar 104, 516 jam dan kontrol sel sebesar 2936,11 jam. Pengamatan pada apoptosis sel dengan metode double staining dilakukan dengan pengecatan sel menggunakan akridin oranye-etidium bromide. Hasil pengamatan menunjukkan pada sel yang mendapat perlakuan dengan ekstrak etanol rimpang lengkuas memiliki warna yang seragam dan morfologi sel tidak jauh berbeda dengan kontrol sel. Sehingga diketahui pada penelitian ini ekstrak etanol rimpang lengkuas tidak dapat menghambat pertumbuhan sel dan tidak dapat memacu proses apoptosis sel.  
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK KOMBINASI DOKSORUBISIN DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP SEL MCF-7 Zulfa Nur Hanifah; Muhammad Da’i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.96

Abstract

Doksorubisin merupakan antibiotik antrasiklin yang dianggap efektif sebagai salah satu agen kemoterapi antikanker dan banyak digunakan. Penggunaan doksorubisin sebagai agen kemoterapi dapat digunakan baik sebagai agen tunggal maupun kombinasi. Namun, penggunaan doksorubisin pada terapi kanker ternyata memberikan beberapa efek samping. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mempunyai efek sitotoksik terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 176,37 μg/mL. Kombinasi antara doksorubisin dan ekstrak tanaman telah terbukti memiliki potensi dalam meningkatkan efektivitas ekstrak dan sensitivitasnya terhadap sel MCF-7. Metode yang digunakan pada uji sitotoksisitas dan uji kombinasi adalah metode MTT-assay. Pada penelitian ini didapatkan nilai IC50 doksorubisin dan ekstrak etanol daun kemangi secara berturut-turut sebesar 3,58 µg/mL dan 721,36 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi dalam penelitian ini tidak memiliki aktivitas sitotoksik. Kombinasi ekstrak etanol daun kemangi dan doksorubisin menunjukkan efek sinergisme kuat terhadap sel MCF-7 dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,121 pada konsentrasi optimal ekstrak-doksorubisin 360 μg/mL – 1 μg/mL(1/2 IC50 – 1/4 IC50) dan memiliki indeks kombinasi tertinggi 0,663 pada konsentrasi ekstrak-doksorubisin 90 μg/mL – 1 μg/mL (1/8 IC50 – 1/4 IC50). Hal ini menujukkan bahwa kombinasi doksorubisin dan ekstrak etanol daun kemangi memiliki potensi untuk dijadikan agen kokemoterapi.