Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI COMMON COLD PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN NGAWI Jihan Putri Dyawara; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.99

Abstract

Common cold merupakan suatu penyakit gangguan pernafasan yang diawali dengan terjadinya batuk, hidung tersumbat, bersin-bersin, nyeri pada tenggorokan, demam ringan serta sakit kepala. Common cold dapat diterapi dengan cara swamedikasi. Swamedikasi yang baik dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada common cold. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ngawi, Jawa Timur. Jumlah responden penelitian adalah 100 orang. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Ngawi yang pernah melakukan swamedikasi common cold berusia 18 tahun–60 tahun dan tidak memiliki profesi sebagai tenaga kesehatan. Sumber data pada penelitian adalah kuesioner yang disebar menggunakan Google form yang sudah diuji kelayakannya dengan uji validiatas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier melalui perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini pada pengetahuan mengenai swamedikasi common cold, terdapat 14% tingkat pengetahuan rendah, 30% tingkat pengetahuantinggi dan 56% responden dengan tingkat pengetahuan tinggi. Pada perilaku, 27% tingkat perilaku cukup, dan 73% responden memiliki perilaku yang baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi common cold pada masyarakat Kecamatan Ngawi, Jawa Timur (p<0,001).
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI 5 PUSKESMAS KOTA CIREBON MENURUT PERMENKES NOMOR 74 TAHUN 2016 Maulyta Aidha Tsalsabilla; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.113

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan mengenali, mencegah dan menangani masalah obat serta masalah kesehatan dengan apoteker sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya di Puskesmas. Apoteker menggunakan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di 5 Puskesmas Kota Cirebon menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas wilayah Kota Cirebon pada 3-8 Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian 5 Puskesmas di Kota Cirebon mencapai 88,13% secara keseluruhan yang meliputi aspek pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis kakai sebesar 90,65%, aspek pelayanan farmasi klinik sebesar 72,53%, aspek sumber daya kefarmasian sebesar 89,34% dan aspek pengendalian mutu pelayanan kefarmasian sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa 5 Puskesmas di Kota Cirebon telah melaksanakan Standar Pelayanan Kefarmasian menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 dan perlu memaksimalkan pelayanan kefarmasian terutama aspek pelayanan farmasi klinik pada indikator monitoring efek samping obat (MESO) dan pemantauan terapi obat (PTO).
EVALUASI TERAPI ANTIVIRAL PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JUNI TAHUN 2018-JUNI TAHUN 2019 Kurnia Enggar Fitriani; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.132

Abstract

Hepatitis B kronis masih menjadi penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia sehingga membutuhkan perhatian untuk mencegah khusus karena bersifat menular dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang permanen. Penyebab tingginya kejadian penyakit hepatitis B kronis karena ketidaktepatan terapi pada pasien hepatitis B kronis. Evaluasi terapi diperlukan untuk mengetahui ketidaktepatan terapi antiviral pada pasien hepatitis B kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan terapi antiviral dan ketepatan penggunaan terapi antiviral yang diberikan kepada pasien hepatitis B kronis di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode Juni tahun 2018 – Juni tahun 2019 yang ditinjau dari parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimetaldengan mengambil 60 data rekam medis dari 432 pasien hepatitis B kronis dengan kriteria inklusi yang meliputi pasien rawat inap yang didiagnosa hepatitis B kronis oleh dokter, mendapatkan terapi antiviral, dan data rekam medis yang mencantumkan data laboratorium seperti HBeAg, HBV DNA dan ALT. Analisis data metode deskriptif berdasarkan Konsensus Nasional Pelaksaan Hepatitis B 2012, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Panduan Praktik Klinis RSUD Dr. Moewardi tahun 2018, dan Drug information Handbook Edition 17th. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (98,33%), dan ketepatan semua parameter (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis) (98,33%).
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT PENGUNJUNG DI EMPAT APOTEK KABUPATEN BOYOLALI Wildha Putri Wijaya; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.144

Abstract

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis gejala sakit serta merupakan bagian dari self care untuk menjaga kesehatan dan mengatasi penyakit. Kebiasaan masyarakat mendapatkan obat tanpa resep dokter di apotek karena lebih murah dan mudah mendapatkan informasi terkait obat. Namun, pengobatan sendiri ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilihan obat karena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang obat dan penggunaannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku swamedikasi dan menganalisis ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku masyarakat pengunjung yang melakukan swamedikasi di empat apotek Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan cross sectional dan sumber data didapatkan melalui kuesioner kepada responden dalam bentuk angket yang sudah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 318 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji rank-spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan responden memiliki nilai persentase tingkat pengetahuan sebanyak (39,94%) dalam kategori cukup, sebanyak (90,57%) memiliki sikap yang positif, dan perilaku sebanyak (43,40%) berada pada kategori baik terhadap swamedikasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p-value 0,027), pengetahuan dengan perilaku (p-value 0,007), dan sikap dengan perilaku (p-value 0,000) dalam melakukan swamedikasi. Kontribusi penelitian ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemahaman swamedikasi yang tepat dalam pemilihan obat yang aman.
DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR.MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2022 Sherine Azizah Indrawan; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.301

Abstract

Gangguan metabolisme ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang disebut Diabetes Mellitus (DM). Pada penyakit diabetes mellitus pengobatan yang dilakukan yaitu pengobatan jangka panjang dan dapat disertai dengan penyakit komplikasi lainnya, hal ini dapat menyebabkan permasalahan dalam terapi. Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu masalah yang timbul dari suatu kondisi dalam pelaksanaan terapi pasien yang menyebabkan, atau berpotensi menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal yang disebabkan berbagai faktor. DRPs yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi tidak tepat obat, dosis kurang, dosis berlebih dan interaksi pengobatan. Salah satu dampak yang terjadi jika pasien mengalami DRPs adalah menurunnya kualitas hidup, hasil terapi yang tidak efektif, meningkatkan biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh pasien serta juga meningkatkan rata-rata angka kematian dan kecacatan pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien diabetes mellitus di rawat jalan pada tahun 2022. Metode non eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data rekam medis secara retrospektif dan menganalisis data rekam medis secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan syarat data yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang menderita diabetes mellitus pada tahun 2022. Sampel pada penelitian ini yaitu sejumlah 386 pasien. Hasil penelitian terhadap 386 pasien yang dianalisis terdapat DRPs pada masing-masing kategori yaitu ketidaktepatan pemilihan obat 2 pasien (0,51%), dosis obat kurang 58 pasien (15,02%),dosis obat berlebih tidak ditemukan dosis obat berlebih (0%), interaksi obat 138 pasien (35,75%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK DAGUSIBU MASYARAKAT KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Zulfa Faizah; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.408

Abstract

Peredaran obat palsu, penggunaan obat yang tidak rasional dan terjadinya efek samping obat merupakan beberapa contoh masalah kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan obat masih banyak dijumpai pada masyarakat. DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) adalah suatu konsep yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik dagusibu masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Populasi yang digunakan adalah Masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain pendekatan cross sectional. Data diambil secara consecutive sampling sebanyak 127 responden sesuai dengan kriteria inklusi sebagai berikut: berusia 18-65 tahun, dapat membaca dan memakai handphone serta memiliki riwayat memakai obat selama 6 bulan terakhir. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berupa google form yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan dan praktik yang sudah lolos uji validitas dan uji reliabilitas. Diperoleh data pada aspek pengetahuan sebanyak 44,1% responden memiliki pengetahuan cukup; 37,8% kurang dan 18,1% baik. Sedangkan pada aspek praktik didapatkan hasil sebanyak 53,5% responden memiliki praktik kurang; 43,3% cukup dan 3,2% baik. Diketahui domain simpan pada aspek pengetahuan masih kurang (61,4%) sedangkan pada semua domain aspek praktik masih kurang dengan rata-rata domain dapatkan (26%), gunakan (27,2%), simpan (26%) dan buang (35,1%). Data dianalisis menggunakan uji spearman didapatkan nilai p-value 0,300. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik dagusibu pada masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.