Abdul Hamid
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perilaku Konsumen dalam Berbelanja di Suzuya Kota Langsa (Ditinjau dari Perspektif ekonomi Islam) Rita Amelia; Abdul Hamid; Mastura
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jim.v3i1.3294

Abstract

Perilaku konsumen yang satu dengan konsumen lainnya pastilah berbeda karena kebutuhan dan era konsumen yang beragam. Para pesaing dituntut harus dapat mempelajari dan memahami kondisi tersebut, mengingat persaingan pasar yang semakin kompetitif, salah satunya adalah Suzuya Kota Langsa. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelaja di Suzuya Kota Langsa dan bagaimana perspektif ekonomi Islam tentang perilaku konsumen dalam berbelaja di Suzuya Kota Langsa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan data yang dikumpulkan berupa wawancara. Sampel pada penelitian ini berjumlah 10 responden. Alat analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja di Suzuya Kota Langsa adalah faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi, yakni meliputi kelengkapan dan variasi produk yang dijual, diskon yang sering diadakan oleh pihak Suzuya Kota Langsa, pelayanan yang bagus dan ramah, serta harga yang standar dan terjangkau, sesuai dengan produk yang ditawarkan. Perspektif ekonomi Islam tentang perilaku konsumen dalam berbelaja di Suzuya Kota Langsa yaitu sesuai dengan 5 prinsip konsumsi dalam Islam yang meliputi prinsip keadilan, kebersihan, kesederhanaan, murah hati dan moralitas. Para konsumen berbelanja atas dasar kebutuhan dan keinginan, namun banyak konsumen yang berbelanja atas dasar kebutuhan mereka. Kehalalan suatu produk adalah hal yang paling utama yang harus diperhatikan oleh para konsumen sebelum membeli barang.
Pengaruh Brand Image, Harga Dan Word Of Mouth (Wom) Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Kosmetik Yang Tidak Terdaftar Pada (BPOM) Badan Pengawas Obat dan Makanan (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Kota Kuala Simpang) Yuni Mernia; Abdul Hamid; Rifyal Dahlawy chalil
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jim.v4i2.4815

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh brand image, harga dan word of mouth (WOM) terhadap minat beli konsumen pada produk kosmetik yang tidak terdaftar pada (BPOM) Badan Pengawas Obat dan Makanan (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Kota Kuala Simpang). Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari kuesioner penelitian dengan sampel sebanyak 60 responden. teknik analisis data mengguankan regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji R2. Hasil penelitian berdasarkan persamaan diperoleh Y = 5,134 + 0,223X1 + 0,336X2+ 0,280X3. Koefisien regresi brand image, harga dan word of mouth berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada produk. berdasarkan hasil uji t Brand image diperoleh nilai thitung > ttabel (2,060 > 2,003) dan nilai tsig < α 5% (0,044 < 0,05), brand image berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Brand image memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen akan kosmetik non BPOM. Harga diperoleh nilai thitung > ttabel (3,167 > 2,003) dan nilai tsig < α 5% (0,002 < 0,05), harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Harga memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen akan kosmetik non BPOM. Word of mouth diperoleh nilai thitung > ttabel (2,937 > 2,003) dan nilai tsig < α 5% (0,005 < 0,05), word of mouth berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Word of mouth memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen akan kosmetik non BPOM. Hasil uji F, Fhitung > Ftabel (30,053 > 2,77) dan nilai Fsig < α 5% (0,000 < 0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, dapat dinyatakan bahwa brand image, harga dan word of mouth secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hasil uji R2 diperoleh 59,6% brand image, harga dan word of mouth) mampu menjelaskan variabel dependen (minat beli) dan 40,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti seperti kualitas produk dan promosi.