Gastritis erosiva merupakan peradangan mukosa lambung yang dapat menimbulkan nyeri epigastrium akut dan mengganggu kenyamanan pasien, termasuk pada usia anak. Nyeri yang tidak tertangani secara adekuat berpotensi memperlambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada An. T usia 13 tahun dengan diagnosis medis gastritis erosiva yang dirawat di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri akut menggunakan teknik relaksasi guided imagery. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu pasien anak dengan diagnosis gastritis erosiva, mengalami nyeri epigastrium, dalam kondisi sadar dan kooperatif. Asuhan keperawatan diberikan selama 3 × 24 jam dengan intervensi utama berupa teknik relaksasi guided imagery yang dikombinasikan dengan terapi kolaboratif. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap, yang ditunjukkan oleh penurunan skala nyeri berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS) dari skala 7 (nyeri berat) menjadi skala 4 (nyeri sedang), disertai berkurangnya ekspresi meringis, gelisah, serta peningkatan kenyamanan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik guided imagery dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri pada anak dengan gastritis erosiva. Disimpulkan bahwa penerapan evidence-based nursing melalui intervensi nonfarmakologis guided imagery berperan penting dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan luaran klinis pada pasien anak dengan gastritis erosiva.